Telkom Respons Kabar Mau Lepas Saham Mayoritas di NeutraDC
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dikabarkan menghidupkan kembali rencana menjual saham mayoritas di bisnis pusat data yakni NeutraDC. Merespons hal ini, VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko mengatakan pada prinsipnya setiap langkah strategis dan opsi aksi korporasi yang dijalankan akan selalu mengacu pada strategi transformasi TLKM 30.
TLKM 30 merupakan kerangka transformasi strategis Telkom yang dirancang untuk memperkuat daya saing jangka panjang perusahaan, khususnya dalam menghadapi dinamika industri digital.
“Ini untuk memperkuat fokus dan unlocking value pada infrastruktur digital,” kata Andri kepada Katadata.co.id, Rabu (18/2).
NeutraDC merupakan anak usaha Telkom di bidang pengelolaan pusat data dan penyedia ekosistem digital, AI, cloud, dan big data di Asia Tenggara.
Andri menyampaikan NeutraDC tetap berfokus menjalankan strategi ekspansi secara disiplin dan terukur. Selain itu, perusahaan memperkuat peran sebagai digital ecosystem hub untuk AI enabler, serta memastikan kualitas layanan terbaik bagi seluruh pelanggan yang sudah ada alias existing.
“Pengembangan kapasitas, kemitraan strategis, dan optimalisasi aset dilakukan untuk mendukung kebutuhan hyperscaler, enterprise, dan ekosistem digital yang terus berkembang,” ujar Andri.
Kabar Telkom akan menjual saham NeutraDC diungkapkan oleh seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Bloomberg. Langkah ini disebut untuk memanfaatkan peningkatan minat pada aset infrastruktur digital.
Telkom disebut tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk potensi penjualan saham mayoritas di NeutraDC. Telkom Indonesia menargetkan valuasi bisnis mencapai US$ 1 miliar hingga US$ 1,5 miliar atau Rp 14,84 triliun hingga Rp 25,3 triliun (kurs 16.844 per dolar AS).
Sumber Bloomberg menyebutkan saat ini, pembahasan masih berlangsung dan belum ada kepastian penjualan.
Ini bukan pertama kalinya Telkom menjajaki penjualan aset pusat data. Telkom sebelumnya mulai mencari calon investor pada 2022 dengan target valuasi mencapai US$ 1 miliar atau Rp 14,84 triliun.
NeutraDC saat ini memiliki 29 pusat data termasuk satu fasilitas hyperscale di Jakarta.
