Pink Moon Muncul Awal April, Ini Waktu Terbaik Melihatnya di Indonesia
Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Pink Moon akan menghiasi langit pada awal April. Meski namanya terdengar unik, fenomena ini bukan berarti bulan akan berwarna merah muda, melainkan merujuk pada tradisi penamaan musim semi di Amerika Utara.
Secara astronomi, fase purnama ini terjadi saat bulan berada tepat berseberangan dengan Matahari dan tampak sepenuhnya terang dari Bumi.
Dikutip dari Space.com, berdasarkan data astronomi, puncak Pink Moon terjadi pada 1 April 2026 pukul 22:12 EDT waktu New York. Jika dikonversi ke Indonesia, waktunya menjadi 2 April 2026 pukul 09:12 WIB, sehingga secara teknis momen bulan purnama penuh menjadi tidak ideal untuk diamati langsung.
Meski begitu, dikutip dari StarWalk, dalam astronomi, bulan tampak purnama selama sekitar satu hari sebelum dan sesudah momen puncak. Dengan demikian, masyarakat di Indonesia tetap dapat melihat cakram bulan yang terang antara malam pada 1 April dan 2 April.
Mengutip laman Space, kunci utama untuk menyaksikan Pink Moon ada pada timing. Mulailah mengamati langit ke arah timur saat matahari terbenam pada tanggal 1 April. Saat itu, bulan akan perlahan naik dan berada di posisi rendah.
Pada ketinggian ini, bulan terlihat lebih besar karena fenomena ilusi bulan, sekaligus memiliki warna hangat akibat hamburan cahaya di atmosfer.
Kenapa Disebut Pink Moon?
Nama 'Pink Moon' bukan berasal dari warna bulan, melainkan dari bunga musim semi berwarna merah muda (phlox) yang mekar di Amerika Utara saat periode ini.
Dengan kata lain, penamaan bulan purnama pada awal April ini merupakan branding musiman, bukan fenomena optik.
Bulan purnama pada awal April juga memiliki peran penting dalam penentuan Hari Raya Paskah. Dalam tradisi barat, tanggal Paskah ditetapkan sebagai minggu pertama setelah Bulan Purnama pertama pasca ekuinoks musim semi. Tahun ini, Paskah jatuh pada 5 April yang berarti hanya beberapa hari setelah puncak Pink Moon.
Pink Moon muncul saat bulan berada di konstelasi Virgo dan berada tepat berseberangan dengan Matahari. Pada momen ini, wajah bulan yang menghadap Bumi tampak bulat penuh dan terang sepanjang malam.
