Film dan Drama di iQiyi Diramal Paling Banyak Buatan AI pada 2031

Rahayu Subekti
21 April 2026, 12:04
iQIYI, film ai, video ai,
Kr-Asia
iQIYI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

IQiyi Inc. memperkirakan sebagian besar film dan acaranya merupakan buatan AI dalam lima tahun ke depan atau pada 2031. Perusahaan mencatat ada pergeseran industri monumental yang mendorong layanan streaming untuk memulai perombakan perusahaan terbesar sejak didirikan pada tahun 2010.

Perusahaan yang berbasis di Beijing itu berencana mengubah aplikasi dan situs web videonya menjadi lebih seperti media sosial, yang sebagian besar menampung konten buatan AI. “Hal ini seiring dengan matangnya model AI video,” kata pendiri sekaligus CEO Gong Yu dalam wawancara di acara pameran konten tahunan iQiyi dikutip dari Bloomberg, Selasa (21/4).

Sebagai bagian dari transisi itu, iQiyi secara resmi meluncurkan rangkaian Nadou Pro pada Senin (20/4) waktu Cina. Nadou Pro merupakan perangkat AI, yang menurut mereka dapat menangani hampir setiap aspek pembuatan film, mulai dari penulisan skrip dan storyboard hingga rendering akhir.

IQiyi bertujuan menjadi salah satu pengadopsi dan pendukung kecerdasan buatan terbesar di industri hiburan. Ini sebagai bagian dari upaya internal untuk membalikkan penurunan penjualan selama bertahun-tahun yang dipicu oleh munculnya platform video pendek seperti Douyin milik ByteDance Ltd.

Gong berjanji mempertahankan investasi dalam konten yang diproduksi secara profesional, tetapi mengatakan sebagian dari modal perusahaan akan dialokasikan kembali untuk memperkuat layanan AI iQiyi dalam jangka pendek. Itu termasuk aplikasi video sosial baru yang diumumkan para eksekutif pada Senin (20/4), yang dirancang untuk menangkap daya tarik pasar massal dari generator video Sora milik OpenAI yang sekarang sudah tidak beroperasi.

iQiyi juga bertujuan merilis film yang dihasilkan AI yang sukses secara komersial sesegera mungkin pada musim panas ini. “Ini kesempatan sekali dalam satu dekade,” kata Gong kepada audiens yang terdiri dari produser dan sutradara di ibu kota. “Kami harus menerima arus apa adanya.”

IQiyi, Alibaba Group Holding Ltd., dan Tencent Holdings Ltd. bersama-sama mendominasi streaming video di Tiongkok, meskipun audiensnya lebih terfragmentasi daripada di AS karena format video pendek.

Langkah anak perusahaan Baidu Inc. itu bertepatan dengan perdebatan tentang AI yang sedang marak di Hollywood, yang sedang bergulat dengan PHK besar-besaran dan pertanyaan tentang bagaimana teknologi ini akan membentuk kembali industri tersebut.

Dari Netflix Inc. hingga Amazon.com Inc., studio-studio besar semakin banyak bereksperimen dengan teknologi AI untuk memangkas biaya produksi. Amazon telah membentuk tim internal untuk menerapkan AI di seluruh pekerjaan film dan TV-nya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...