Luncurkan Internet Rakyat, WIFI Optimistis Bantu Genjot Ekonomi Tumbuh 8%

Rahayu Subekti
26 Mei 2026, 18:22
Peluncuran Internet Rakyat, wifi, surge,
Katadata/Rahayu Subekti
Peluncuran Internet Rakyat
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) melalui anak usaha, PT Telemedia Komunikasi Pratama (Telemedia) resmi meluncurkan Internet Rakyat atau IRA pada hari ini (26/5). Emiten dengan kode WIFI ini optimistis layanan ini turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi 8%, sebagaimana target pemerintah.

Surge Board of Stakeholders Hashim Djojohadikusumo mengatakan internet murah berkecepatan tinggi berpotensi menjadi game changer bagi perekonomian nasional. Selain itu, infrastruktur ini dinilai bisa mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%.

"Ini benar-benar bisa merupakan perubahan keadaan, dan menurut saya, saat melapor ke Pak Prabowo 1,5 tahun lalu, ini adalah salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Hasyim dalam acara Grand Launching IRA di Jakarta, Selasa (26/5). 

Telemedia menghadirkan IRA dengan layanan internet fixed broadband berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps. Internet Rakyat ini dibanderol dengan harga terjangkau Rp 100 ribu untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi digital, layanan publik, hiburan, serta berbagai peluang baru di era digital.

Menurut Hasyim, akses internet murah dan merata telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi berdasarkan berbagai studi global. "Hasil studi McKinsey menunjukkan setiap 10% populasi satu negara yang bisa mendapat internet murah, efisien, dan terjangkau bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi 0,7 sampai 1,3% setiap tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai harga internet 100 Mbps Rp 100 ribu merupakan lompatan besar bagi keterjangkauan internet di Indonesia. Ia menjelaskan, berdasarkan data International Telecommunication Union (ITU), biaya internet di Indonesia saat ini masih tergolong mahal dibandingkan tingkat pendapatan masyarakat.

“Keterjangkauan jaringan internet kita itu 4,8% dari pendapatan nasional bruto (GNI). Artinya kalau GNI kita sekitar Rp 6 juta per bulan, berarti kita membayar sekitar Rp 300 ribu per orang di Indonesia saat ini. Oleh karena itu, Rp 100 ribu dengan kecepatan 100 Mbps menjadi lompatan yang sangat besar,” ujar Nezar.

Nezar menambahkan, internet murah akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sekaligus memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional. Menurutnya, dalam lima sampai 10 tahun Indonesia harus memiliki infrastruktur digital yang kuat. 

“Secara geopolitik saat ini kita melihat teknologi digital menjadi tulang punggung bagi kemajuan bangsa,” kata Nezar.

Sementara itu, Direktur Utama Surge Yune Marketatmo mengatakan perusahaan menargetkan lima juta pelanggan setelah Internet Rakyat meluncur serentak di wilayah Regional-1 yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.

“Dari pulau Jawa hingga Maluku dan Papua, bukan sekadar layanan internet, tetapi gerakan untuk menghadirkan akses digital yang lebih terjangkau, lebih stabil, dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata Yune.

Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama Shannedy Ong menambahkan, lewat peluncuran Internet Rakyat di Jawa, Maluku, dan Papua, perusahaan ingin menjembatani persepsi digital dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital.

Infrastruktur Internet Rakyat saat ini telah didukung oleh lebih dari 550 situs aktif per 26 Mei 2026 dan 3.189 unit radio yang telah terunduh dan beroperasi di lebih dari 82 kota dan kabupaten di Jawa, Maluku, dan Papua. 

Pencapaian itu merupakan hasil kolaborasi erat antara SURGE dan Telemedia bersama berbagai mitra strategis perusahaan. Ini termasuk vendor teknologi, mitra implementasi lokal, kontraktor jaringan, lembaga pembiayaan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi yang sama untuk memperluas akses digital di Indonesia.

Sebagai bagian dari roadmap ekspansi 2026, WIFI dan Telemedia akan terus mempercepat implementasi IRA Internet Rakyat untuk meningkatkan penetrasi layanan fixed broadband ke lebih banyak kota dan kabupaten di Indonesia. “Hal ini dilakukan dengan tetap fokus pada cakupan jaringan, kualitas layanan, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat,” kata Shannedy. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...