Kekayaan Elon Musk Diramal Lampaui Rp 18.000 Triliun Setelah SpaceX IPO

Desy Setyowati
5 Juni 2026, 12:06
SpaceX, kekayaan elon musk,
Tesla
SpaceX
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kekayaan Elon Musk diperkirakan mencapai US$ 1 triliun atau Rp 18.040 triliun (kurs Rp 18.040 per US$) setelah SpaceX mencatatkan saham perdana alias initial public offering (IPO) pekan depan.

Menurut prospektur IPO SpaceX dikutip dari CNBC Internasional, CEO Elon Musk memiliki saham yang dapat digunakan kembali sebesar US$ 866,5 miliar dan memiliki kendali suara atas perusahaan di atas 82% setelah IPO.

Namun Elon Musk harus mempertahankan semua sahamnya selama setahun. “Kami percaya bahwa kepemilikan saham yang signifikan Elon Musk di perusahaan akan memberikan insentif ekonomi baginya untuk membantu kami meraih kesuksesan,” kata SpaceX dalam bagian faktor risiko prospektus.

Setelah periode penguncian saham selama 366 hari, Elon Musk tidak akan terikat kewajiban untuk mempertahankan kepemilikan sahamnya di SpaceX dan dapat memilih kapan saja setelah IPO, untuk menjual seluruh atau sebagian besar kepemilikan sahamnya atau mengurangi kepemilikan sahamnya, demikian bunyi dokumen prospektus.

Orang terkaya di dunia itu juga memiliki saham di Tesla sekitar US$ 355 miliar. Ia memiliki opsi untuk menambah kepemilikan sahamnya lebih dari US$ 100 miliar dari angka tersebut.

Kekayaan bersih Elon Musk terus meningkat selama lebih dari satu dekade, dengan saham Tesla mulai meroket pada 2013. Ia pertama kali menjadi orang terkaya di dunia pada 2021, melampaui pendiri Amazon Jeff Bezos. Namun, saham Tesla anjlok 65% pada 2022, sebelum kembali melonjak ke level tertinggi baru di tahun-tahun berikutnya.

Saat ini, Forbes mencantumkan kekayaan bersih Elon Musk US$ 826 miliar atau jauh di atas pendiri Google Larry Page yang berada di posisi kedua dengan kekayaan sedikit di bawah US$ 300 miliar.

SpaceX Akan Meraup Rp 1.353 Triliun

SpaceX menetapkan harga saham US$ 135 per lembar untuk IPO. Perusahaan roket ini disebut-sebut akan meraup US$ 75 miliar atau Rp 1.353 triliun lewat aksi korporasi ini.

Sementara itu, valuasi SpaceX diperkirakan mencapai US$ 1,77 triliun atau Rp 31.930,8 triliun. Jika benar, maka penyedia Starlink ini akan menjadi perusahaan dengan nilai terbesar kedelapan di dunia di atas Tesla dan Meta, induk Instagram dan Facebook.

Namun dilihat dari segi pendapatan, SpaceX jauh lebih kecil daripada Tesla dan Meta. Tahun lalu, SpaceX menghasilkan penjualan US$ 18,67 miliar, sedangkan Meta lebih dari US$ 200 miliar dan Tesla hampir US$ 95 miliar.

Beberapa investor belakangan ini berspekulasi bahwa rencana utama Elon Musk mungkin adalah menggabungkan SpaceX dan Tesla sebagai cara untuk mengonsolidasikan sumber daya kecerdasan buatan dan untuk menyederhanakan penggalangan modal di masa depan.

SpaceX mengaitkan imbalan kompensasi Elon Musk dengan dua tonggak penting, yakni kapitalisasi pasar US$ 7,5 triliun dan mengkolonisasi Mars dengan setidaknya 1 juta penduduk.

Sementara itu, pemegang saham Tesla menyetujui rencana pembayaran akhir tahun lalu yang terdiri dari 12 tahap, dengan setiap pembayaran dikaitkan dengan peningkatan kapitalisasi pasar dan pencapaian operasional.

Perusahaan memulai roadshow investor pada Kamis waktu Amerika Serikat (4/6), dengan penetapan harga yang diharapkan pada 11 Juni. Perdagangan saham akan dimulai di Nasdaq pada hari berikutnya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...