IPO SpaceX Kelebihan Permintaan Hampir Empat Kali Lipat, Capai Rp 4.484 Triliun

Desy Setyowati
10 Juni 2026, 07:43
ipo SpaceX, elon musk,
Tesla
SpaceX
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) SpaceX milik Elon Musk terus menarik minat investor menjelang pencatatan sahamnya di bursa Nasdaq. Permintaan investor dilaporkan telah mencapai lebih dari US$ 250 miliar atau Rp 4.484 triliun (kurs Rp 17.940 per US$), atau hampir empat kali lipat dibandingkan target dana yang ingin dihimpun perusahaan sebesar US$ 75 miliar atau 1.345 triliun.

Reuters melaporkan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) IPO SpaceX kini berada di kisaran 3,5 hingga 4 kali. Angka ini meningkat tajam dibandingkan beberapa hari sebelumnya ketika permintaan investor baru mencapai sekitar US$ 150 miliar atau dua kali lipat dari target penawaran.

Lonjakan minat tersebut terjadi menjelang penetapan harga final saham yang dijadwalkan pada Kamis (11/6). SpaceX kemudian akan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat (12/6) dengan kode saham SPCX.

Perusahaan telah menetapkan harga IPO US$ 135 atau 2.421.225 per saham. Berbeda dengan praktik umum di Wall Street yang biasanya menyesuaikan harga ketika permintaan melonjak, SpaceX memutuskan untuk mempertahankan harga ini, meski pesanan investor terus bertambah.

Melalui IPO, SpaceX berencana menjual sekitar 555,6 juta saham baru dan menghimpun dana US$ 75 miliar. Seluruh dana hasil IPO akan masuk ke perusahaan karena penawaran dilakukan dalam bentuk all-primary offering, sehingga tidak ada pemegang saham lama yang menjual sahamnya dalam transaksi tersebut.

Jika target tersebut tercapai, IPO SpaceX akan menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal dunia, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Saudi Aramco.

Dengan harga US$135 per saham, valuasi SpaceX diperkirakan mencapai US$ 1,77 triliun atau Rp 31.386 triliun. Nilai ini akan langsung menempatkan perusahaan roket dan satelit itu di jajaran perusahaan publik paling bernilai di Amerika Serikat.

Tingginya minat investor didorong oleh dominasi SpaceX dalam bisnis peluncuran roket komersial dan pertumbuhan layanan internet satelit Starlink. Dalam presentasi kepada investor, perusahaan juga menyoroti peluang bisnis kecerdasan buatan (AI), termasuk rencana pengembangan kapasitas komputasi AI berbasis luar angkasa.

Reuters melaporkan sejumlah investor institusi besar terus menambah pesanan dalam tahap pemasaran IPO. Bahkan, CEO SpaceX Elon Musk sempat mengikuti pertemuan virtual dengan investor, sementara Presiden SpaceX Gwynne Shotwell dan Chief Financial Officer Bret Johnsen melakukan serangkaian pertemuan dengan ratusan investor institusional.

Meski demikian, valuasi yang ditawarkan SpaceX juga memicu perdebatan di kalangan analis. Morningstar memperkirakan nilai wajar perusahaan sekitar US$ 780 miliar, jauh di bawah valuasi IPO yang ditargetkan. Namun, tingginya minat investor menunjukkan banyak pelaku pasar bersedia membayar premi besar untuk memperoleh akses ke salah satu perusahaan teknologi dan antariksa paling berpengaruh di dunia saat ini.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...