Robot Humanoid Buka Ajang MWC Shanghai 2026: Era Baru Industri Seluler

Yuliawati
Oleh Yuliawati
25 Juni 2026, 14:38
Dua robot humanoid bernama Vita Boy dan Flash membuka acara Mobile World Congress (MWC) Shanghai, Rabu (24/6/2026)
Katadata/Yuliawati
Dua robot humanoid bernama Vita Boy dan Flash membuka acara Mobile World Congress (MWC) Shanghai, Rabu (24/6/2026)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Shanghai - Dua robot humanoid bernama Vita Boy dan Flash berjalan ke atas panggung, berdialog dan membuka perhelatan Mobile World Congress (MWC) Shanghai di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), Rabu (25/6). Vita Boy dan Flash adalah robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi global asal Cina, Honor.

Kehadiran dua robot humanoid ini menyedot perhatian sekaligus memberikan pesan mengenai arah industri seluler Asia dan tingkat global. Penyelenggara Utama agenda MWC Shanghai yakni Global System for Mobile Communications Association atau GSMA merupakan organisasi global yang mewakili para operator jaringan seluler di seluruh dunia. 

Direktur Jenderal GSMA Vivek Badrinath menyampaikan mengenai perubahan industri seluler yang tak lagi fokus menghubungkan jaringan antar manusia (network), dan bergerak mengembangkan ekosistem teknologi mesin-mesin cerdas. 

"Belum lama berselang, misi inti kami adalah menghubungkan manusia dan perangkat. Hal itu tentu saja tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi keseluruhan cerita," kata Direktur Jenderal GSMA Vivek Badrinath saat pembukaan MWC Shanghai 2026. 

Badrinath menjelaskan bagaimana peran industri seluler ke depan yang melangkan lebih jauh. "Hari ini, para operator bermitra dengan industri untuk mengaktifkan robot, drone, kendaraan terhubung, dan solusi AI di seluruh sektor ekonomi."

Badrinath menyebutkan tiga peluang bisnis operator seluler Asia. Ketiga hal ini membutuhkan prasyarat pengggunaan teknologi seluler 5G Advanced: 

  • Humanoid robotika dan embodied AI: bagaimana robot mulai terlibat lebih jauh dalam sektor ekonomi riil. Robot kini digunakan mulai dari pabrik, restoran, bandara, dan potensi masuk dalam kehidupan rumah. "Meskipun aplikasinya berbeda di setiap sektor, semuanya bergantung pada fondasi yang sama yakni konektivitas tingkat lanjut (advanced connectivity)."
  • Low-Altitude Economy atau ekonomi ketinggian rendah yakni adalah model ekonomi baru yang memanfaatkan wilayah udara di bawah ketinggian 1.000 meter untuk berbagai aktivitas komersial, industri, dan layanan public, seperti penggunaan drone. Ia menyatakan saat ini terdapat lebih dari 3 juta drone yang terdaftar di Tiongkok, dengan ribuan di antaranya mengudara secara bersamaan selama periode puncak. Saat kondisi puncak, jaringan 5G-Advanced menjadi infrastruktur koordinasi lalu lintas udara yang penting.
  • Kendaraan Otonom: bagaimana kendaraan kini telah berubah menjadi platform berbasis perangkat lunak (software-defined platform) yang cerdas, yang sadar akan lingkungan sekitar. Dia mengatakan China Mobile sedang membangun ekosistem AI yang menghubungkan perangkat pengguna, kendaraan, dan lingkungan rumah pintar. Sedangkan China Telecom mengintegrasikan jaringan non-terestrial (satelit) ke dalam kendaraan, dan  China Unicom mempelopori kapabilitas Vehicle-to-Everything (V2X), yang memungkinkan deteksi bahaya dan komunikasi antar-kendaraan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...