Cina Mist Cooling: Teknologi Kabut Air yang Viral Saat Gelombang Panas

Desy Setyowati
30 Juni 2026, 13:51
Mist cooling, china, cina, ac outdoor
X @uZhenqing???
Mist cooling
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gelombang panas yang melanda sejumlah wilayah Cina dalam beberapa pekan terakhir memunculkan perhatian terhadap teknologi mist cooling atau pendingin berbasis kabut air. Teknologi ini menjadi viral setelah video yang memperlihatkan gedung-gedung apartemen menyemprotkan kabut air dari atap beredar luas di media sosial.

Dikutip dari Economic Times, sistem mist cooling digunakan di sejumlah kawasan permukiman di Cina untuk menurunkan suhu udara luar ruangan saat musim panas. Teknologi ini diklaim mampu menurunkan suhu lingkungan sekitar 3 hingga 6 derajat Celsius.

Mist cooling merupakan sistem pendingin luar ruangan yang bekerja dengan menyemprotkan tetesan air berukuran sangat kecil ke udara menggunakan pompa bertekanan tinggi dan nozzle khusus. Tetesan air tersebut kemudian menguap sebelum menyentuh tanah dan menyerap panas dari udara di sekitarnya.

NDTV menyebut mist cooling memanfaatkan prinsip evaporative cooling atau pendinginan evaporatif, yakni proses ketika butiran air menyerap panas dari udara saat berubah menjadi uap. Karena menggunakan partikel air yang sangat halus, sistem ini dapat menurunkan suhu tanpa membuat orang maupun permukaan di sekitarnya basah.

Sistem mist cooling terdiri atas pompa air bertekanan tinggi, jaringan pipa distribusi, serta nozzle khusus yang menghasilkan kabut air ultra-halus. Kabut ini kemudian disebarkan secara merata ke area yang ingin didinginkan.

Sementara itu, Moneycontrol melaporkan bahwa implementasi yang viral di Cina menggunakan nozzle kabut yang dipasang di atap gedung bertingkat. Nozzle ini menyemprotkan partikel air berukuran sangat kecil yang menguap hampir seketika setelah dilepaskan ke udara.

Teknologi itu memanfaatkan hukum fisika sederhana. Ketika air berubah dari fase cair menjadi uap, air menyerap energi panas dari lingkungan sekitarnya sehingga suhu udara menurun.

Siapa yang Mengembangkan?

Sejauh ini tidak ada laporan yang menyebut teknologi mist cooling berasal dari satu perusahaan atau lembaga tertentu. Economic Times menjelaskan bahwa sistem ini merupakan teknologi yang sudah lama digunakan secara global untuk berbagai kebutuhan pendinginan ruang terbuka, mulai dari taman, restoran, area komersial, hingga kawasan wisata.

Dengan kata lain, sistem yang viral di Cina bukanlah teknologi anyar yang baru ditemukan dalam beberapa tahun terakhir, melainkan adaptasi dari teknologi misting yang telah digunakan secara luas di berbagai negara.

Laporan media yang membahas fenomena viral di Cina tidak menyebutkan secara spesifik berapa lama proyek tersebut dikembangkan. Namun berbagai studi akademik menunjukkan teknologi mist cooling telah diteliti dan digunakan selama bertahun-tahun untuk meningkatkan efisiensi pendinginan dan mengurangi konsumsi energi. Salah satunya dipublikasikan dalam jurnal Energy and Buildings pada 2018 yang meneliti efektivitas sistem mist cooling pada sistem pendingin bangunan komersial.

Menurut Economic Times, mist cooling umum digunakan di taman, balkon, teras, restoran, area kolam renang, lokasi acara, dan berbagai ruang terbuka lainnya yang membutuhkan pendinginan saat cuaca panas.

NDTV menambahkan bahwa teknologi tersebut juga banyak dipasang di kafe, restoran, gudang, area komersial, serta venue acara karena konsumsi listriknya relatif lebih rendah dibandingkan sistem pendingin udara konvensional.

Sementara itu, Moneycontrol melaporkan bahwa sejumlah kota di Cina mulai memasang sistem mist cooling pada gedung bertingkat sebagai salah satu upaya mengurangi dampak urban heat island atau fenomena pulau panas perkotaan yang membuat suhu kota lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.

Solusi Menghadapi Gelombang Panas

Menurut Moneycontrol, penggunaan mist cooling di Cina meningkat seiring makin seringnya gelombang panas yang melanda kawasan perkotaan. Meski kerap dijuluki sebagai "AC outdoor", para ahli menilai istilah tersebut lebih bersifat metafora karena sistem ini tidak mendinginkan seluruh lingkungan seperti pendingin udara dalam ruangan. Sebaliknya, teknologi tersebut menciptakan efek pendinginan lokal melalui proses evaporasi air.

Karena konsumsi energinya relatif rendah dan dapat diterapkan di ruang terbuka, mist cooling kini mulai dipandang sebagai salah satu solusi adaptasi perkotaan terhadap suhu ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...