Laba Telkom Tembus Rp 10,6 Triliun, Belanja Modal Difokuskan untuk AI dan 5G
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 10,8 triliun pada semester I 2026. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat bisnis seluler, infrastruktur digital, dan bisnis internasional, sejalan dengan strategi transformasi TLKM 30.
Investasi ini juga memungkinkan untuk semakin mempercepat pemanfaatan tambahan spektrum yang diperoleh Telkomsel dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun ini.
Dalam laporan keuangan semester I 2026 yang berakhir pada 30 Juni 2026, Telkom mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun, naik 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
EBITDA Perseroan juga tumbuh 3,8% menjadi Rp 37,5 triliun dengan margin 49,4%, sedangkan laba bersih meningkat 1,4% menjadi Rp 10,6 triliun. Adapun laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp 11,3 triliun atau tumbuh 6,2% secara tahunan, didorong oleh pemulihan bisnis mobile.
Dari sisi likuiditas, Telkom membukukan arus kas operasional sebesar Rp 34,9 triliun, naik 7% dibandingkan semester I tahun lalu. Posisi kas dan setara kas juga meningkat menjadi Rp 54,6 triliun hingga akhir Juni 2026, memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk mendanai ekspansi jaringan dan infrastruktur digital.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut mencerminkan hasil implementasi strategi transformasi perusahaan. " Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," kata Dian dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (4/8).
Capex Difokuskan untuk 5G hingga Infrastruktur Digital
Telkom menjelaskan realisasi capex pada periode tersebut, lebih dari 96% dialokasikan pada pengembangan area bisnis prioritas. Ketiganya yakni B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.
Jika merujuk laporan keuangan, investasi tersebut tercermin dari pembelian aset tetap sebesar Rp 9,9 triliun dan aset takberwujud sekitar Rp 1,5 triliun selama enam bulan pertama tahun ini.
Arah investasi tersebut juga sejalan dengan strategi Telkomsel yang akan memperkuat layanan berbasis artificial intelligence alias AI), 5G, serta berbagai solusi digital untuk pelanggan individu maupun pelaku usaha.
Perseroan menyebut berbagai inisiatif tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
Momentum Pascakemenangan Lelang Frekuensi
Telkomsel saat ini sudah memperkuat kepemilikan spektrum melalui lelang frekuensi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi. Pengumuman lelang
Komdigi mengumumkan hasil seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada 10 Juli 2026. Dalam seleksi tersebut, Telkomsel, XLSmart, dan Indosat sama-sama memperoleh tambahan spektrum untuk meningkatkan kapasitas layanan 4G dan mempercepat pengembangan 5G.
Secara nasional, total alokasi spektrum seluler meningkat dari 452 MHz menjadi 712 MHz, terdiri atas tambahan 70 MHz di pita 700 MHz dan 190 MHz di pita 2,6 GHz.
Dari hasil seleksi tersebut, Telkomsel tetap menjadi operator dengan penguasaan spektrum terbesar. Sebelum lelang, Telkomsel memiliki spektrum 165 MHz. Setelah memperoleh tambahan 20 MHz di pita 700 MHz dan 80 MHz di pita 2,6 GHz, total spektrum yang dikuasai meningkat menjadi 265 MHz.
Tambahan spektrum tersebut menjadi modal penting bagi Telkomsel untuk meningkatkan kapasitas jaringan di tengah pertumbuhan konsumsi data yang terus meningkat. Dengan kapasitas jaringan yang lebih besar, perusahaan memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan layanan AI, mempercepat perluasan jaringan 5G, sekaligus meningkatkan kualitas layanan data kepada pelanggan.
Bisnis Mobile Mulai Pulih
Momentum penambahan spektrum juga datang ketika bisnis seluler Telkom mulai menunjukkan pemulihan.
Pada semester I 2026, segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband membukukan pendapatan Rp 55,6 triliun, tumbuh 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan Digital Business Data sebesar 11%.
Kinerja itu tercermin pula dari meningkatnya Average Revenue Per User (ARPU) mobile menjadi Rp 45.600, naik 9% secara tahunan. Telkom menyebut peningkatan konsumsi data selama liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia turut mendorong kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.
Di layanan fixed broadband, Telkomsel juga terus melakukan kalibrasi kualitas pelanggan. Jumlah pelanggan IndiHome tercatat 9,5 juta, turun dari 10,1 juta setahun sebelumnya, namun ARPU kuartalan meningkat 3,4% menjadi Rp 211 ribu, sementara rasio konvergensi mencapai 65%.
Menurut perusahaan, strategi tersebut bertujuan membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas sekaligus meningkatkan efektivitas monetisasi layanan.
Data Center hingga Kabel Bawah Laut
Selain bisnis seluler, Telkom juga memperkuat bisnis infrastruktur digital.
Pendapatan segmen B2B Infrastructure meningkat 19% menjadi Rp 33,1 triliun, sedangkan pendapatan eksternal naik 4,9% menjadi Rp 4,7 triliun. Peningkatan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi.
Di bisnis menara, Mitratel membukukan pendapatan Rp 4,7 triliun, dengan jumlah tenant meningkat menjadi 63.866 dan tenancy ratio mencapai 1,57 kali.
Sementara itu, Telkom terus memperkuat bisnis data center melalui NeutraDC. Perseroan menilai permintaan infrastruktur digital akan terus meningkat, didorong oleh kebutuhan perusahaan teknologi global terhadap kapasitas pusat data, kabel bawah laut internasional, serta pengembangan teknologi AI.
Dian mengatakan Telkom akan terus memperkuat investasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional," ujarnya.
