Gempa NTT Sempat Lumpuhkan 812 BTS, Hampir Seluruhnya Telah Pulih

Rahayu Subekti
19 Agustus 2026, 17:46
BTS, telekomunikasi, gempa NTT
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/bar
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mencatat sebanyak 812 site atau base transceiver station (BTS) terdampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mencatat sebanyak 812 site atau base transceiver station (BTS) terdampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8). Dalam waktu sekitar tiga hari, hampir seluruh infrastruktur telekomunikasi yang terdampak telah kembali beroperasi.

“Per pukul 18.00 WIB tanggal 18 Agustus 2026, sudah 99,9% BTS terdampak gempa NTT yang sudah berhasil dipulihkan,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8). 

Dengan demikian, dari total 812 BTS yang sempat terdampak, sekitar 811 site telah kembali pulih. Infrastruktur tersebut tersebar di 11 kabupaten atau kota di Provinsi NTT.

Meutya mengatakan saat ini hanya tersisa satu BTS yang masih dalam proses perbaikan. BTS tersebut berada di Kabupaten Manggarai. Sementara seluruh BTS terdampak di delapan daerah lain sudah pulih sepenuhnya.

Kementerian Komdigi menyatakan pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan pascabencana. Infrastruktur BTS berperan menjaga akses komunikasi dan konektivitas masyarakat, terutama ketika warga masih membutuhkan informasi serta layanan komunikasi setelah gempa.

Di sisi lain, Meutya berharap masyarakat yang terdampak gempa NTT dapat segera kembali beraktivitas seperti semula. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada korban bencana melalui berbagai bentuk bantuan.

“Mari kita bersama membantu dengan berbagai cara dan sarana yang kita bisa untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa NTT,” kata Meutya.

Operator Kejar Pemulihan 

Telkomsel menyatakan seluruh situs jaringan di wilayah terdampak gempa di Flores, NTT telah kembali beroperasi. Meski pemulihan sudah mencapai 100%, operator telekomunikasi ini masih melakukan pemantauan dan optimalisasi untuk memastikan kualitas layanan tetap stabil.

Vice President Area Network Operations Jawa Bali Telkomsel Nugroho Adi Wibowo mengatakan pemulihan jaringan pascabencana membutuhkan kerja bersama dan respon yang cepat.

“Bagi kami, setiap situs yang kembali beroperasi berarti semakin banyak masyarakat yang dapat kembali terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi penting, dan mendukung koordinasi selama masa tanggap darurat,” kata Nugroho dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/8).

Telkomsel bersama Telkom Group menuntaskan pemulihan layanan telekomunikasi pascagempa hingga 18 Agustus 2026. Gempa tersebut berdampak terhadap layanan Telkomsel di tujuh kabupaten yakni Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Dari total 735 site Telkomsel di wilayah terdampak, lebih dari 400 site sempat mengalami gangguan pascagempa. Perusahaan menyatakan, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mobilisasi tim teknis, penguatan sumber daya kelistrikan, serta koordinasi dengan berbagai pihak.

Untuk menjaga situs tetap beroperasi selama proses pemulihan pasokan listrik, Telkomsel menyediakan 44 fixed genset, 27 mobile genset, dan 29 pack battery backup. Sejumlah mobile genset bahkan didatangkan dari luar pulau untuk memperkuat kebutuhan daya di wilayah terdampak.

“Seluruh upaya dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan tim yang bekerja di lapangan,” katanya.

Selain masalah listrik, akses menuju sejumlah lokasi juga menjadi kendala. Gempa memicu longsor yang menyebabkan beberapa ruas jalan tertutup. Kondisi tersebut membuat mobilisasi personel dan perangkat pendukung membutuhkan rute alternatif.

Sementara itu, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mengatakan sebanyak 91 BTS XLSmart mengalami gangguan. Hingga Selasa (18/8), jumlah BTS yang masih terdampak telah berkurang menjadi sekitar lima BTS.

XLSmart memastikan timnya masih melakukan penanganan intensif untuk memulihkan seluruh BTS yang mengalami gangguan. Regional Group Head XLSMART Area Bali Nusra Donny Darmawan mengatakan pemulihan jaringan menjadi prioritas agar masyarakat di wilayah terdampak tetap dapat berkomunikasi, terutama dalam situasi pascabencana.

"Penurunan jumlah BTS yang terdampak menunjukkan bahwa proses pemulihan terus berjalan, dan tim teknis kami akan tetap bekerja hingga layanan kembali normal," kata Donny dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (18/8).

Pemulihan jaringan XLSMART dilakukan melalui koordinasi Network Operation Center (NOC), tim regional NTT, dan teknisi di lapangan. Perusahaan juga menyiagakan tujuh genset permanen dan 16 genset portabel untuk menjaga operasional jaringan di lokasi yang mengalami kendala pasokan listrik.

Selain BTS, XLSMART memperbaiki jalur fiber optik yang terdampak serta mengalihkan trafik melalui jalur alternatif. Mobilisasi perangkat dan sumber daya juga dilakukan ke sejumlah area yang mengalami gangguan.

Kondisi medan dan sejumlah titik longsor menjadi tantangan dalam proses pemulihan jaringan. Meski demikian, perusahaan menyatakan pemantauan jaringan dilakukan selama 24 jam hingga seluruh BTS terdampak kembali beroperasi.

Di sisi lain, PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menyatakan gempa juga turut berdampak pada layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah NTT, khususnya Flores dan sekitarnya.

Indosat menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kendala layanan yang terjadi dan koordinasi terus dilakukan. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan gangguan tersebut, dan mengupayakan layanan dapat segera beroperasi secara optimal,” kata EVP Head pf Circle Java Indosat Oeredoo Hutchison Fahd Yudhonegoro dalam pernyataan tertulisnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...