Twitter Bangkit Lagi, Mantan Karyawan Lawan Elon Musk Lewat Platform Baru
Twitter tampaknya belum benar-benar mati. Perusahaan rintisan yang didirikan oleh mantan staf Twitter meluncurkan platform media sosial baru bernama Twitter.now pada pekan ini. Platform ini menawarkan akses awal kepada pengguna dan menjadi bentuk tantangan terhadap X milik Elon Musk.
Perusahaan rintisan bernama Operation Bluebird yang berbasis di Virginia didirikan, antara lain, oleh Stephen Coates, mantan penasihat umum dan anggota dewan Twitter. Coates mengumumkan peluncuran Twitter.now melalui LinkedIn.
“Lupakan X-mu. Burung itu telah kembali,” tulis Coates dalam pengumuman, dikutip dari Euronews, Minggu (30/8).
Twitter.now disebut bukan sekadar upaya untuk menciptakan kembali platform lama. Layanan ini dirancang agar pengguna dapat menentukan jenis konten yang muncul di beranda mereka berdasarkan prinsip “kebebasan berbicara, bukan kebebasan jangkauan”.
Menurut Coates, kampanye untuk mengembalikan Twitter dalam beberapa bentuk muncul setelah Elon Musk mengambil alih Twitter, mengubah mereknya, dan mendesain ulang platform media sosial tersebut menjadi X.
“Dahulu ada tempat di mana seluruh dunia datang untuk berbicara. Orang terkaya di dunia membelinya, dan menghancurkannya. Kami adalah tim kecil yang mengambil kembali Twitter, membangunnya kembali berdasarkan kepercayaan,” demikian pernyataan di halaman utama situs tersebut.
Berawal dari Sengketa Merek Twitter
Upaya Operation Bluebird menghidupkan kembali Twitter berkaitan dengan sengketa merek antara perusahaan tersebut dan X.
Operation Bluebird mengajukan petisi ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS pada Desember 2025 untuk meminta pembatalan merek dagang “Twitter” dan “tweet” milik X.
Mereka berpendapat X telah meninggalkan merek dagang tersebut setelah menghapus logo Twitter dan menggantinya dengan X. Pada saat yang sama, X mengajukan permohonan merek dagang Twitter untuk dirinya sendiri.
Startup tersebut kemudian digugat oleh X dalam upaya untuk mencegah mereka meluncurkan platform media sosial dan menuduh Operation Bluebird melakukan pelanggaran hak cipta.
Namun, perusahaan rintisan tersebut berhasil membuktikan bahwa X telah melepaskan merek dagang seperti “Twitter” dan “Tweet” di Pengadilan Distrik AS. Hakim Colm Connolly mengeluarkan putusan sementara yang menunjukkan bahwa X mungkin telah meninggalkan klaim kekayaan intelektual tersebut, sehingga memberikan kesempatan kepada Operation Bluebird untuk melanjutkan rencana mereka.
Twitter.now Mulai Dibangun dari Pengguna
Twitter versi baru tersebut saat ini masih berada dalam tahap akses awal. Platform ini menawarkan kesempatan kepada orang-orang untuk mendaftar sebagai “pendiri” dengan biaya US$20 atau sekitar €17.
Biaya tersebut digunakan untuk membantu membangun dan menguji platform. Pengguna juga dapat mengamankan nama pengguna populer lebih awal.
Halaman utama Twitter.now menjelaskan bahwa peluncuran tersebut merupakan respons langsung terhadap perubahan yang dilakukan Elon Musk terhadap Twitter asli. Para anggota juga didorong membayar US$40 atau sekitar €34 untuk bergabung dalam “perjuangan”, yang merujuk pada pertarungan hukum yang sedang berlangsung antara perusahaan rintisan tersebut dan X.
Situs tersebut menggambarkan perseteruan itu sebagai pertarungan “David dan Goliath”, dengan tim kecil Operation Bluebird berhadapan dengan “orang terkaya di dunia”.
Sementara itu, X menegaskan bahwa jutaan pengguna masih menggunakan URL Twitter lama untuk mengakses X. Platform tersebut juga masih menyebut unggahan di layanannya sebagai “Tweet”.
Twitter.now Tekankan Transparansi dan Kredibilitas
Transparansi dan kredibilitas menjadi elemen penting yang ditawarkan Twitter.now.
Perusahaan rintisan tersebut memperkenalkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengatur seberapa banyak konten dan sumber “tepercaya” maupun “kurang terpercaya” yang muncul di beranda mereka.
Namun, bagaimana kepercayaan pengguna akan ditentukan belum diungkapkan.
Twitter.now menyatakan program tersebut akan dijalankan sesuai dengan “Konstitusi Birdhouse dan Pedoman Komunitas”.
Perusahaan juga menyatakan akan melarang konten ilegal, eksploitasi anak, ancaman kekerasan, pelecehan, penipuan, dan perilaku berbahaya lainnya. Kebijakan tersebut akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan platform.
Peluncuran Twitter.now menjadi respons terhadap klaim luas bahwa X telah gagal menjunjung tinggi nilai-nilai asli Twitter. Ketidakpuasan pengguna disebut diperkirakan mencapai 33 juta orang di seluruh dunia, yang kemudian memilih alternatif yang mereka anggap lebih andal atau bermanfaat.
Dengan demikian, nama Twitter kini kembali muncul melalui platform yang dibangun oleh mantan orang dalam perusahaan tersebut. Namun, Twitter.now masih berada pada tahap awal, sementara X tetap menjadi platform yang digunakan jutaan pengguna.
