CapCut Gelar AI Content Fest 2026, Dorong Kreator Eksplorasi AI
CapCut menggelar puncak AI Content Fest 2026, kompetisi dan festival film pendek berskala nasional yang merayakan kreativitas dan talenta kreator Indonesia.
Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, festival ini menampilkan 10 karya terpilih dari kreator berbagai daerah di Indonesia di layar lebar CGV Grand Indonesia (ScreenX), Jakarta.
Digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81, festival film pendek berbasis AI perdana dari CapCut ini mengajak kreator berbagi cerita tentang Indonesia, mulai dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, hingga pengalaman dan harapan tentang bangsa.
Dengan memanfaatkan berbagai fitur penyuntingan berbasis AI di CapCut, para kreator mengembangkan cerita tersebut menjadi karya film pendek.
“Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” jelas Jessica Wowor selaku Head of Content Operations, CapCut Indonesia melalui keterangan tertulis, Senin (14/9).
Inisiatif ini sejalan dengan perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia terhadap potensi teknologi dalam memperkuat industri kreatif.
Pada 2024, sektor ekonomi kreatif berkontribusi lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional. Perkembangan AI turut membuka peluang untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan di berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Kreativitas Indonesia Naik Layar
Sepuluh karya yang ditayangkan di AI Content Fest 2026 menghadirkan berbagai cerita dari ragam latar belakang, pengalaman, dan karakter yang menggambarkan kekayaan nusantara.
Di dalam proses pembuatannya, para finalis memanfaatkan sejumlah solusi seperti CapCut Video Studio dan berbagai fitur kreatif di dalam aplikasi, termasuk fitur berbasis AI, untuk mengeksplorasi ide dan visual mereka.
Perjalanan kreatif para finalis juga sebelumnya diperkenalkan kepada audiens melalui kampanye online bertajuk #CapCutFilmNaikLayar.
Saat acara puncak, setiap film diputar secara bergiliran di layar lebar dan kemudian mendapat penilaian serta tanggapan langsung dari lima pelaku industri kreatif, yaitu Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.
Melalui sesi tersebut, para finalis tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas, tetapi juga menerima perspektif dan masukan langsung dari para profesional industri atas ide, visual, hingga penyampaian cerita dalam film mereka.
“Lewat berbagai fitur kreatif, termasuk fitur berbasis AI, kami ingin membantu kreator mencoba format, visual, dan cara bercerita yang lebih ambisius, termasuk bagi mereka yang ingin berkembang ke ranah film dan hiburan,” tutur Jessica.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para peserta, AI Content Fest 2026 juga mengumumkan pemenang dalam delapan kategori penghargaan, yaitu Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury's Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.
Saat Teknologi Bertemu Kreativitas Manusia
AI Content Fest turut menghadirkan diskusi bersama pelaku industri kreatif Lukman Sardi, Mouly Surya, dan Gustav Anandhita mengenai bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat mendukung kebutuhan yang berbeda dalam proses kreatif.
Ketiganya melihat AI sebagai alat pendukung yang dapat memperluas eksplorasi dan membantu proses kerja menjadi lebih efisien. Namun, arah kreatif, rasa, dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.
Dari perspektif aktor, Lukman Sardi melihat teknologi dapat membantu memperkaya proses persiapan dan eksplorasi karakter. “Dengan proses persiapan yang lebih efisien, aktor punya lebih banyak ruang untuk fokus pada bagaimana karakter tersebut diinterpretasikan dan dihidupkan,” ujar Lukman.
Sementara itu, sineas Mouly Surya menyoroti bagaimana AI dapat mendukung produser dan sutradara sejak tahap pengembangan hingga produksi.
“Teknologi bisa membantu kita mengeksplorasi ide lebih awal, mencari referensi, memvisualisasikan sebuah konsep, hingga mencoba berbagai arah kreatif sebelum masuk ke produksi,” kata Mouly.
Dari sisi kreator, Gustav Anandhita melihat AI sebagai sarana untuk memperluas eksplorasi sekaligus mempercepat proses kreasi. “Efisiensi ini memungkinkan kita untuk mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan dan membawa sebuah ide lebih jauh, tanpa kehilangan arah kreatif yang ingin kita bangun,” tutur Gustav.
Pemanfaatan teknologi dalam proses kreatif juga ditampilkan melalui kolaborasi CapCut bersama musisi Raim Laode dalam pembuatan video musik berbasis AI untuk single terbarunya, "Dunia Yang Nanti."
Video musik tersebut ditayangkan untuk pertama kalinya pada acara puncak AI Content Fest 2026, dilanjutkan dengan sesi berbagi dari Raim mengenai proses kreatif di balik pembuatannya dan penampilan musik secara langsung.
Dalam momen yang sama, pengunjung juga dapat mencoba pengalaman berkreasi melalui CapCut Poster Lab. Sebuah experience bagi pengunjung dengan memanfaatkan fitur kreatif CapCut untuk membuat poster film bergaya sinematik yang dapat dipersonalisasi sesuai pilihan mereka dan diunduh melalui kode QR yang tersedia.
Membuka Lebih Banyak Peluang bagi Talenta Kreatif Indonesia
CapCut menghadirkan solusi penyuntingan video terpadu untuk mendukung berbagai kebutuhan kreasi, mulai dari video, audio, teks, hingga visual.
Kreator dapat memanfaatkan beragam fitur seperti trimming, transitions, keyframes, filters andeffects, templates, auto captions, text-to-speech, background removal, hingga audio enhancement, serta fitur berbasis AI untuk membantu pengembangan ide dan storyboard, eksplorasi visual, hingga proses produksi dan penyempurnaan hasil akhir.
CapCut juga menerapkan berbagai langkah transparansi, seperti tanda air tak kasatmata (invisible watermarks) dan Kredensial Konten dari C2PA, agar kreator dapat lebih mudah berkreasi secara bertanggung jawab.
Selain melalui pengembangan produk, CapCut juga terus membuka ruang bagi talenta kreatif Indonesia melalui berbagai inisiatif seperti CapCut Gala, Creator Lab, dan CapCut Creative Partner (CPP).
Berbagai inisiatif ini memberikan kesempatan bagi kreator untuk mengembangkan kemampuan, bertukar pengetahuan, mengeksplorasi tools kreatif, mendapatkan apresiasi, serta membawa karya mereka kepada audiens yang lebih luas.
