Bill Gates Sebut Tak Ada Pemerintah di Dunia yang Siap Hadapi Dampak AI

Desy Setyowati
16 September 2026, 13:30
bill Gates, ai,
Youtube/Sekretariat Presiden
Founder Gates Foundation Bill Gates saat berbicara di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pendiri Microsoft sekaligus filantropis Bill Gates menilai belum ada pemerintah di dunia yang benar-benar siap menghadapi perubahan yang akan dibawa oleh kecerdasan buatan atau AI terhadap masyarakat.

Dalam wawancara dengan jurnalis Reuters, Bill Gates mengatakan pemerintah masih tertinggal dalam memahami dampak dan risiko yang akan muncul seiring perkembangan teknologi tersebut.

“Saya rasa belum ada pemerintah yang benar-benar memahami hal ini sebagaimana mestinya,” kata Bill Gates dikutip dari Reuters, Selasa (15/9).

Bill Gates yang hingga baru-baru ini bersikap optimistis terhadap AI kini mulai memperingatkan sejumlah risiko teknologi itu. Risiko yang menjadi perhatiannya antara lain dampak AI terhadap lapangan kerja, potensi penggunaannya dalam serangan, hingga bahaya kecanduan terhadap pendamping AI.

“Pemerintah sangat tertinggal dalam hal ini,” ujar Bill Gates.

Meski memperingatkan berbagai risiko, Bill Gates menilai AI memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat termiskin di dunia apabila teknologi tersebut dikelola dengan benar dan dapat diakses secara merata.

Untuk mendukung hal tersebut, yayasan yang menyandang nama Gates mengatakan akan menghabiskan setidaknya US$ 1 miliar dalam dua tahun ke depan untuk memperluas akses terhadap AI.

Dana tersebut merupakan bagian dari rencana pengeluaran yayasan sebesar US$ 9 miliar per tahun. Dana US$ 1 miliar itu akan diberikan kepada mitra yang bekerja di bidang pendidikan, perawatan kesehatan, dan pertanian.

Yayasan Gates juga bertujuan membantu dalam membangun fondasi data yang menjadi dasar AI. Salah satunya dengan memastikan model bahasa besar dapat berfungsi dalam setiap bahasa yang digunakan masyarakat.

Potensi AI di Bidang Kesehatan

Bill Gates mengatakan salah satu bidang yang memiliki potensi besar untuk memanfaatkan AI adalah kesehatan.

“Untuk bidang kesehatan, potensi yang ada sangat besar,” kata Bill Gates.

Menurut dia, AI dapat digunakan untuk mendukung petugas kesehatan di garis depan hingga membantu menemukan obat dan vaksin baru.

Namun, Bill Gates menilai pemerintah perlu bekerja sama untuk menghindari berbagai persoalan yang dapat muncul akibat perkembangan AI.

Ia bahkan menyamakan kedatangan AI dengan film-film bencana yang menggambarkan kedatangan makhluk asing. Dalam situasi itu, Amerika Serikat, Cina, dan negara lain biasanya digambarkan bersatu untuk menyelesaikan masalah.

“AI itu seperti kecerdasan alien. AI sudah ada di sini, dan kita sebaiknya bertindak seperti yang ditunjukkan dalam film-film itu,” ujar Bill Gates.

Bill Gates mengatakan telah berbicara dengan sejumlah pemimpin dunia mengenai kekhawatirannya terhadap AI, termasuk Presiden AS Donald Trump dan timnya.

Ia juga mengatakan bertujuan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping pada akhir tahun ini.

Kekhawatiran AI dan Kesenjangan

Terlepas dari kekhawatirannya, Bill Gates dan yayasannya berharap AI dapat membantu dalam mempersempit kesenjangan antara kelompok terkaya dan termiskin, bukan justru memperlebar kesenjangan tersebut.

Bill Gates menilai manfaat tersebut bergantung pada bagaimana teknologi AI dikelola dan seberapa merata akses terhadapnya.

Rencana pengeluaran US$ 1 miliar tersebut menjadi bagian dari upaya yayasan untuk memastikan AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Bill Gates sebelumnya dikenal optimistis terhadap perkembangan AI. Namun, dalam perkembangannya ia mulai memperingatkan berbagai risiko, mulai dari ancaman terhadap pekerjaan hingga kemungkinan AI digunakan dalam serangan dan munculnya ketergantungan terhadap pendamping AI.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...