Kemenhub Beri Sinyal Terbitkan Aturan Sepeda Bulan Ini

Beleid itu akan mengatur tata cara penggunaan sepeda, jalur, hingga spesifikasi sepeda.
Image title
Oleh Rizky Alika
10 Agustus 2020, 14:28
Kemenhub Beri Sinyal Aturan Sepeda Terbit Bulan Ini.
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Sejumlah pesepeda melintas di Bunderan HI, Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, MInggu (26/7/2020). Jalur bagi kendaraan sepedah di tambah menjadi tiga jalur saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) guna menghindari kerumunan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyusun aturan bagi pesepeda. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi memperkirakan aturan tersebut bakal diterbitkan pertengahan Agustus ini.

"Sudah diajukan Pak Menteri, mungkin sudah ditandatangani," kata Budi saat dihubungi Katadata, Senin (10/8).

Aturan ini akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan. Beleid itu akan mengatur tata cara penggunaan sepeda, jalur, hingga spesifikasi sepeda.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan terkait simpang siur kabar regulasi sepeda. Menurutnya, aturan tersebut sama sekali tidak mengatur pungutan pajak sepeda, melainkan regulasi untuk keselamatan pesepeda.

Regulasi ini menurutnya dipersiapkan untuk menyikapi maraknya penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi masyarakat. Selama masa transisi normal baru, jumlah pesepeda terutama di kota besar seperti Jakarta meningkat signifikan.

Oleh karena itu, aturan tersebut bakal difokuskan untuk menjamin keselamatan pesepeda. "Hal-hal seperti alat pemantul cahaya bagi para pesepeda, jalur sepeda, serta penggunaan alat keselamatan lainnya oleh pesepeda,” ujar Adita.

Selain mengatur jalur dan spesifikasi sepeda, Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan itu akan mengatur tata cara penggunaan sepeda.

Peningkatan Penjualan Sepeda

Sejalan dengan meningkatnya tren gowes di perkotaan, peningkatan permintaan sepeda pun meningkat tajam. 

Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia atau AIPI mencatat, penjualan sepeda pada April dan Juli 2020 rata-rata naik hingga 30% dibanding penjualan periode yang sama tahun lalu.

"Kenaikkan terjadi pada akhir April saat pemerintah mulai melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Ketua Umum AIPI , Rudiyono kepada Katadata.co.id, Senin (20/7).

Tren serupa juga terjadi pada hampir seluruh negara yang telah melonggarakan kebijakan karantina wilayah atau lockdown. Padahal sebelumnya, bisnis sepeda lesu hingga banyak produsen sepeda telah merumahkan karyawan.

Kenaikkan permintaan sepeda, menurutnya, terjadi mendadak dan tak diprediksi. Alhasil, produsen sepeda sempat kewalahan memenuhi permintaan pasar yang meningkat secara tajam dan mendadak.

Pembeli pun akhirnya harus menunggu (inden) hingga stok sepeda kembali diproduksi.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait