Garap Peluang di Tengah Corona, Sociolla Dapat Pendanaan Rp 828 M

Perusahaan berencana menggunakan pendanaan tersebut untuk meningkatkan infrastruktur teknologi.
Image title
7 Juli 2020, 11:49
Pegawai Sociolla di salah satu gerai offline. Sociolla meraih pendanaan Rp 828 miliar dari investor global.
Sociolla / Instagram
Pegawai Sociolla di salah satu gerai offline. Startup kecantikan Sociolla meraih pendanaan Rp 828 miliar dari investor global.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perusahaan rintisan atau startup di bidang kecantikan Sociolla atau Social Bella Indonesia mendapat pendanaan US$ 58 juta atau setara Rp 828,5 miliar dari investor global seperti Temasek Singapura, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures. Investasi ini didapatkan perusahaan di tengah turbulensi lingkungan bisnis startup global akibat pandemi corona.

Adanya pendanaan terbaru  ini diharapkan akan semakin meningkatkan pertumbuhan perusahaan di pasar perawatan kecantikan dan pribadi di Indonesia. Terlebih, data Euromonitor menyebutkan, pasar produk kecantikan dan perawatan tubuh diperkirakan meningkat hingga US$ 8,5 miliar pada 2022.

Dengan dukungan berkelanjutan dari para investor, perusahaan dapat membuka potensi pertumbuhan itu dengan model bisnis yang berkelanjutan. 

Co-Founder dan Presiden Social Bella Christopher Madiam mengatakan, dengan kemitraan bersama Temasek, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures diharapkan dapat mendukung misi jangka perusahaan dalam menggarap pasar kecantikan dan perawatan di Indonesia. 

(Baca: Sociolla Raih Pendanaan Rp 560 M, Terbesar dari Temasek & EV Growth)

"Dengan pengetahuan konsumen kami yang mendalam, dikombinasikan pengalaman luas pada investor terhadap peluang bisnis baru, memungkinkan kami untuk memberikan manfaat lebih bagi pelanggan melalui serangkaian produk dan layanan otentik yang semakin bervariasi,” ujar Christopher dikutip dari siaran pers, Selasa (7/7). 

Ia mengatakan, pandemi corona menjadi tantangan tersendiri bagi keseluruhan bisnis perusahaan secara global. Namun menurutnya, perusahaan dapat beradaptasi dengan cepat untuk melayani kebutuhan konsumen.

Christopher melanjutkan, dengan ekosistem perusahaan yang terintegrasi didukung oleh teknologi serta pemahaman yang mendalam tentang konsumen Indonesia, perusahaan mampu melayani konsumen dengan relevan dan tetap kompetitif.

"Hal ini menghasilkan peningkatan organic traffic secara signifikan pada platform kami selama periode karantina. Kami juga mencatat rekor ukuran keranjang belanja tertinggi secara online di Sociolla berkat kepercayaan konsumen di tengah Covid-19," ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2015,  hingga kini Sociolla telah memiliki lima unit bisnis dan diperkirakan akan menjangkau sekitar 30 juta pengguna pada akhir 2020. Kelima lini bisnis tersebut antaranya,  e-commerce (Sociolla.com), platform ulasan konsumen (SOCO), media online kecantikan (Beauty Journal), e-commerce khusus para ibu (Lilla by Sociolla), dan layanan distributor end-to-end (Brand Development).

Co-Founder dan CEO Social Bella John Rasjid mengatakan, perusahaan berencana menggunakan pendanaan tersebut untuk meningkatkan infrastruktur teknologi. “Dengan dukungan yang kuat dari aspek teknologi dalam rutinitas kami sehari-hari, kami bertujuan untuk lebih relevan dengan konsumen serta memberikan pengalaman berbelanja dengan lebih baik," katanya. 

(Baca: Sociolla Kantongi Pendanaan Rp 168 Miliar dari EV Growth)

Belum lama ini, perusahaan juga meluncurkan lini bisnis baru, yakni Lilla by Sociolla (lilla.id) yang dikhususkan untuk para ibu yang mencari produk kurasi terbaik untuk anak-anak dan dipakai sendiri.

"Kami melihat ada peningkatan kebutuhan akan produk berkualitas pada segmen konsumen ini dan berusaha memberikan yang terbaik untuk melayani kebutuhan mereka," ujar dia.

Mitra bisnis Social Bella, Co-Founder and Managing Partner of East Ventures, Willson Cuaca mengatakan, sejak awal perusahaan telah melihat potensi dan kesiapan Social Bella untuk 'memenangkan' pasar kecantikan. Apalagi, startup tersebut dapat menyediakan penawaran dan produk yang tetap relevan dengan kebutuhan pasar.

"Itulah alasan utama bagi kami untuk terus mendukung mereka lewat tiap putaran pendanaan Social Bella sejak 2015. Kami senang bahwa tim mereka selalu bertindak tegas dan gigih selama masa pandemi dan kami sangat yakin bahwa mereka akan semakin kuat setelah krisis ini berlalu," ujar Wilson.

Managing Partner of Jungle Ventures David Gowdey mengatakan, perusahaan belum pernah melihat perusahaan kecantikan yang menyediakan ekosistem holistik seperti Social Bella. Pihaknya berkeinginan menyaksikan pertumbuhan besar pada bisnis intinya.

"Investasi tambahan ini akan memperkuat kemitraan kami dengan Social Bella dan memungkinkan Jungle Ventures untuk memperluas kerja sama secara regional," ujar David. 

Untuk melengkapi platform digital, pada tahun lalu Social Bella bahkan mulai mengembangkan ekosistemnya ke toko  offline dengan meluncurkan Sociolla Store berkonsep omni channel di Lippo Mall Puri. Hingga saat ini, Social Bella sudah memiliki enam toko offline di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Social Bella mengumumkan investasi Seri D sebesar US$ 40 juta pada September 2019. Pendanaan ini dipimpin oleh East Venture Growth (EV Growth), Temasek, Pavilion Capital dan Jungle Ventures.

 

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait