Kualitas Udara Tangsel, Bandung, Surabaya Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

Ajeng Dwita Ayuningtyas
17 Maret 2026, 08:23
Pengendara melintas di ruas Tol Serpong BSD dengan kabut polusi udara di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/5/2024). Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kualitas udara
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Pengendara melintas di ruas Tol Serpong BSD dengan kabut polusi udara di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/5/2024). Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kualitas udara Provinsi Banten pada, Senin (13/5) sore terburuk di Indonesia dengan indeks kualitas udara tercatat 111 disusul Jawa Barat 94 dan Jawa Timur 84.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kualitas udara Serpong, Tangerang Selatan, dan sejumlah wilayah lainnya tercatat tidak sehat pagi ini, Selasa (17/3).  Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.26 WIB, poin AQI di wilayah-wilayah tersebut lebih dari 150 atau menunjukkan kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan.

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” kata IQAir, Selasa (17/3).

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Serpong, Banten, dengan poin AQI 180 atau dalam kategori tidak sehat
  2. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 168 atau dalam kategori tidak sehat
  3. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat
  4. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 161 atau dalam kategori tidak sehat
  5. Tangerang, Banten, dengan poin AQI 124 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif

Sementara itu, Kota Batam di Kepulauan Riau memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 0. Disusul Kabupaten Badung di Bali dengan poin AQI 44 dan masih masuk kategori baik atau sehat.

Di sisi lain, Batam juga menjadi kota besar dengan kualitas udara paling sehat di dunia. Berikutnya disusul Milan di Italia dengan poin AQI 6 dan Washington DC di Amerika Serikat dengan poin AQI 7. Sedangkan daftar kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk pagi ini, sebagai berikut:

  1. Riyadh, Arab Saudi, dengan poin AQI 188 atau dalam kategori tidak sehat
  2. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 180 atau dalam kategori tidak sehat
  3. Beijing Cina, dengan poin AQI 174 atau dalam kategori tidak sehat
  4. Kuwait City, Kuwait, dengan poin AQI 167 atau dalam kategori tidak sehat 
  5. Incheon, Korea Selatan, dengan poin AQI 159 atau dalam kategori tidak sehat

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks umumnya mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-15o.

Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.  Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...