Unilever Janji Andalkan Bahan Baku Berkelanjutan Meski Ada Tantangan Global

Leoni Susanto
17 September 2026, 23:28
 Director of Communication, Corporate Affairs, and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk, Nurdiana Darus dalam acara Katadata SAFE 2026, Kamis (17/9). Foto: Fauza Syahputra/Katadata
Katadata
Director of Communication, Corporate Affairs, and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk, Nurdiana Darus dalam acara Katadata SAFE 2026, Kamis (17/9). Foto: Fauza Syahputra/Katadata
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Meski pada 2025 menghadapi tantangan pasokan bahan baku akibat perubahan iklim dan tensi geopolitik yang meningkat, PT Unilever Indonesia Tbk menjanjikan tetap menggunakan bahan baku yang aman untuk konsumen dan lingkungan.

Perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) ini berkomitmen tetap menerapkan keberlanjutan sebagai inti operasional bisnis perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Director of Communication, Corporate Affairs, and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk, Nurdiana Darus.

“Kami tahu supplier kami, bahkan hingga anak supplier. Kami memantau apakah sumber kami bagus dan baik, bukan hanya baik untuk manusia, tetapi juga ke lingkungan,” kata Nurdiana Darus, dalam sesi Growing with Purpose: Business Leadership for Sustainable Impact Katadata SAFE 2026, Kamis (17/9).

Berdasarkan laporan keberlanjutan Unilever Indonesia 2025, perusahaan sempat menghadapi tantangan keberlanjutan rantai pasok bahan baku akibat kondisi geopolitik dan perubahan iklim. Mereka mengurangi pasokan bahan baku impor hingga pada akhir 2025, sebanyak 60% pemasok bahan baku perusahaan berasal dari pemasok lokal.

Bahan baku perusahaan yang tercatat memenuhi standar keberlanjutan misalnya kedelai hitam dan minyak kelapa sawit. Keduanya adalah komoditas yang disuplai dalam negeri.

Penggunaan kedelai hitam Unilever Indonesia untuk produk kecap manis sepenuhnya memenuhi sertifikasi Sustainable Agricultural Code (SAC). Sedangkan berdasarkan verifikasi independen perusahaan, sebesar 98,3% pasokan bahan baku minyak sawit Unilever Indonesia terverifikasi bebas deforestasi.

Selain itu, sebanyak 90% pemasok bahan baku perusahaan memenuhi Responsible Partner Policy atay RPP, di mana pasokan memenuhi kualifikasi perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan lingkungan.

Menurut Nurdiana Darus, memastikan bahan baku yang berkelanjutan ini juga akan berdampak pada peningkatan kepercayaan konsumen, yang nantinya berdampak pada bisnis perusahaan.

Hal ini sejalan dengan riset Katadata Insight Center (KIC) pada 2021 bertajuk ‘Katadata Consumer Survey on Sustainability’. Riset menemukan, konsumen memang bersedia membayar mahal untuk membeli produk berkelanjutan. Mayoritasnya atau 60,5% beralasan, mereka membeli produk berkelanjutan sebab ingin melestarikan bumi.

“Komitmen sustainability memang harus menjadi jantung bisnis perusahaan, tidak bisa hanya di level CSR. Perusahaan bertanggung jawab terhadap sustainable ingredients, sustainable packaging, sampai sustainable production. Itu akan meningkatkan kepercayaan konsumen,” kata Nurdiana Darus.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Leoni Susanto

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...