Luhut Pamerkan Capaian Ekonomi Indonesia di Forum Energi Singapura

Rezza Aji Pratama
28 Oktober 2025, 07:19
Luhut
Katadata/Rezza Aji Pratama
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memamerkan sejumlah capaian Indonesia dalam mendorong transisi energi dan digitalisasi dalam forum Singapore International Energy Week (SIEW) 2025.

Luhut yang didapuk menjadi pembicara kunci di forum tersebut mengatakan masa depan energi tidak semata ditentukan oleh teknologi, melainkan oleh sistem yang dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan. Selain itu, ia juga menyinggung soal target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% pada 2029. Untuk mencapainya, strategi utama yang ditempuh adalah deregulasi, digitalisasi sistem pemerintahan, dan pengembangan energi bersih.

“Belajar dari pengalaman, target ini sangat mungkin untuk dicapai,” katanya, Senin (27/10).

Luhut menyebut Indonesia berpengalaman mengatasi pandemi COVID-19 yang menunjukkan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi birokrasi. Pemerintah kini mendorong digitalisasi di seluruh sektor, termasuk melalui platform e-Katalog yang dikembangkan oleh talenta muda Indonesia dengan nilai transaksi mencapai lebih dari US$100 miliar.

Di sektor energi, Luhut menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di kawasan. Pemerintah sedang membangun pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 9 gigawatt dan menyiapkan pemanfaatan potensi energi terbarukan sebesar 21 gigawatt di Papua. Selain itu, Indonesia tengah mengembangkan sistem jaringan listrik nasional yang terhubung ke ASEAN Power Grid.

“Untuk mendukung pendanaan, pemerintah membentuk Danantara, perusahaan milik negara yang akan mengelola aset secara transparan dan berpotensi melakukan IPO,” jelas Luhut.

Ia juga menyoroti pentingnya riset dan inovasi untuk ketahanan pangan. Saat ini, riset genomik di kawasan Danau Toba telah mengidentifikasi hampir 400 spesies herbal yang berpotensi meningkatkan hasil pertanian nasional.

“Potensi Indonesia sangat besar, tapi kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kolaborasi dengan mitra regional seperti Singapura sangat penting untuk mempercepat transisi energi dan pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rezza Aji Pratama

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...