Kualitas Udara Tangsel Terburuk di RI Pagi Ini, Masuk Kategori Tidak Sehat

Ajeng Dwita Ayuningtyas
6 Mei 2026, 07:40
kualitas udara, tangerang selatan, jakarta
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Ilustrasi. Jakarta juga masuk dalam lima besar kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pagi ini.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polusi udara di Tangerang Selatan, Banten, terpantau paling buruk di Indonesia pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.15 WIB, poin AQI wilayah itu mencapai lebih dari 150 atau termasuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan.

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” kata IQAir, dikutip pada Rabu (6/5). 

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 175 atau dalam kategori tidak sehat
  2. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat
  3. Jakarta, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat
  4. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 142 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  5. Medan, Sumatera Utara, dengan poin AQI 130 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif 

Sementara itu, Kota Palangka Raya di Kalimantan Tengah memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 37.

Pontianak di Kalimantan Barat menyusul di urutan kedua dengan poin AQI 58 dan Pekanbaru di Riau di urutan ketiga dengan poin AQI 59. Namun, kualitas udara keduanya masih tergolong sedang.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik pagi ini adalah Denver di Amerika Serikat dengan poin AQI 7. Berikutnya ada Auckland di Selandia Baru dengan poin AQI 8 dan San Frasisco di Amerika Serikat dengan poin AQI 11. Kota-kota besar itu masuk dalam kategori kualitas udara baik.

Tak hanya masuk daftar nasional, Jakarta juga termasuk dalam jajaran kota besar dunia dengan polusi udara terburuk pagi ini. Berikut daftarnya:

  1. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 178 atau dalam kategori tidak sehat.
  2. Chengdu, Cina, dengan poin AQI 165 atau dalam kategori tidak sehat. 
  3. Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Delhi, India, dengan poin AQI 152 atau dalam kategori tidak sehat.
  5. Kuwait City, Kuwait, dengan poin AQI 151 atau dalam kategori tidak sehat

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.  

Adapun kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...