BI: Aliran Modal Asing Kembali Masuk RI, Capai Rp 5,17 T Pekan Ini

Agatha Olivia Victoria
24 Juli 2020, 15:17
bank indonesia, BI, aliran modal asing
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi, gedung Bank Indonesia (BI), Jalan M. H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020). BI mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia pada pekan ini mencapai Rp 5,17 triliun.

Bank Indonesia atau BI mencatat aliran modal asing yang masuk Indonesia pada pekan ini mencapai Rp 5,17 triliun. Dana asing terbesar masuk melalui pasar Surat Berharga Negara (SBN).

"Berdasarkan data transaksi 20-23 Juli 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp 5,17 triliun," tulis Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya, Jakarta (24/7).

Adapun aliran modal asing yang masuk melalui pasar SBN pada periode tersebut tercatat Rp 5,4 triliun. Namun, terdapat dana asing keluar lewat pasar saham Rp 230 miliar. Dengan demikian, masih tercatat nett outflow di pasar keuangan domestik sejak awal tahun sebesar Rp 143,77 triliun.

Selain itu, bank sentral mencatat premi risiko investasi RI dalam lima tahun turun dari 124,7 bps per 17 Juli 2020 ke 112,9 basis poin per 23 Juli 2020. Imbal hasil alias yield SBN 10 tahun menurun dari 6,86% ke level 6,83% pagi tadi. Angka tersebut jauh dari yield UST Note 10 tahun yaitu 0,577%.

Dengan adanya aliran modal tersebut, otoritas moneter mencatat rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp 14.500 per dolar Amerika Serikat (AS) dari level kemarin sore Rp 14.550 per dolar AS. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), mata uang Garuda naik 55 poin ke level Rp 14.614 per dolar AS. Jika berdasarkan Bloomberg, rupiah saat ini melemah 0,22% ke level Rp 14.611 per dolar AS.

Sebelumnya, pemerintah mencatat tawaran yang masuk atau incoming bid pada pembelian surat berharga negara mencapai Rp 1.423 triliun pada semester pertama tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kondisi pasar SBN semakin membaik.

"Kami berharap confidence serta kepercayaan kepada RI akan terus menguat," kata Sri Mulyani dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (23/7).

Ia menjelaskan, tawaran yang masuk pada pembelian SBN sempat menurun saat terjadi gejolak kepanikan akibat pandemi Covid-19 pada Maret 2020. Namun, penawaran yang masuk saat lelang berangsur pulih. 

Apalagi, partisipasi Bank Indonesia yang ikut turun ke lelang SBN di pasar primer  mampu memberi kepercayaan pasar yang luar biasa. "Kerja sama pemerintah dengan BI untuk terus jaga ekonomi yang tertekan dinilai sangat penting," ujarnya.

Perbaikan kondisi pasar SBN juga terlihat dari yield SBN yang turun. Rata-rata yield SBN tenor 10 tahun turun dari rata-rata 8,2% pada 2019 menjadi 7% pada pertengahan Juli 2020.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Agatha Olivia Victoria

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...