Rukun Raharja (RAJA) Cetak Laba Rp 154 M di Kuartal 1 2025, Naik 14%
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan kinerja positif pada kuartal I tahun 2025. Perseroan mencatatkan laba bersih USD 9,21 juta atau sekitar Rp 154,48 miliar pada kuartal I 2025 atau naik 14% dari periode yang sama tahun lalu.
Namun demikian, laba yang diatribusikan kepada entitas induk mengalami penurunan 7% menjadi US$ 6,7 juta atau Rp 107,2 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 7,2 juta atau setara Rp 115,2 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh divestasi 30% saham pada anak usaha, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
"Divestasi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat struktur keuangan dan mendorong ekspansi jangka panjang. Selain itu, langkah ini juga memberikan fondasi yang lebih solid untuk mendukung pertumbuhan RATU dan meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan," ujar Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Djauhar Maulidi di Jakarta, Rabu (30/4).
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, RAJA mencatatkan pendapatan sebesar US$ 66 juta atau sekitar Rp 1,06 triliun. Jumlah ini meningkat 8,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 61 juta atau setara Rp 976 miliar.
Peningkatan pendapatan tersebut ditopang oleh bertambahnya volume penjualan gas, beroperasinya jaringan pipa transmisi gas Perawang di Riau, serta pertumbuhan dari bisnis operation and maintenance (O&M) di wilayah Ubadari, Papua Barat.
Hingga 31 Maret 2025, total aset RAJA tercatat sebesar US$ 451,95 juta atau sekitar Rp 7,23 triliun), naik 36,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 331,35 juta atau Rp 5,30 triliun. Sementara itu, total liabilitas RAJA tercatat sebesar US$ 179,30 juta atau Rp 2,87 triliun dan ekuitas sebesar US$ 236,61 juta atau setara Rp 3,79 triliun.
