Konglomerat Ciliandra Resmi Akuisisi dan Kendalikan Emiten Sawit Austindo (ANJT)
Konglomerat Tanah Air Ciliandra Fangiono resmi mengakuisisi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) melalui First Resources Limited yang merupakan perusahaan induk PT Ciliandra Perkasa (CPI). Keputusan ini resmi diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ANJT di Menara SMBC, Jakarta pada Rabu (7/5).
Melalui akuisisi ini First Resources akan membeli 91,17 % saham ANJT dari PT Austindo Nusantara Jaya. Mengutip risalah RUPS di keterbukaan informasi selain mengesahkan akuisisi, pemegang saham juga menyetujui perubahan direksi dan dewan komisaris serta menetapkan pemegang saham baru.
“Menyetujui untuk menegaskan kembali susunan pemegang saham Perseroan sehubungan dengan pengalihan saham dari PT Memimpin Dengan Nurani, PT Austindo Kencana Jaya, Tuan George Santosa Tahija dan Tuan Sjakon George Tahija kepada First Resources Limited,” kata notaris RUPS ANJT Gatot Widodo, Rabu (7/5).
Adapun susunan pemegang saham perseroan yakni First Resources Limited memegang sekaligus pemilik 3,05 miliar lembar saham atau setara dengan Rp 305 miliar. Kemudian masyarakat memegang serta memiliki 296 juta lembar saham atau senilai Rp 29 miliar.
Sebelum akuisisi, First Resources menjadi pemegang saham Austindo secara tidak langsung dengan kepemilikan 0,32%. Pengendali perusahaan adalah PT Memimpin Dengan Nurani dan PT Austindo Kencana Jaya dengan masing-masing kepemilikan saham 40,86%.
Mengutip data dari laporan tahunan First Resources 2024, disebutkan bahwa Ciliandra Fangiono menjadi Executive Director and Chief Executive Officer. Ia diangkat menjadi member of board sejak April 2007 dan terpilih menjadi salah satu Direktur sejak April 2023. Adapun ayah Ciliandra adalah Pung Kian Hwa alias Martias yang merupakan tokoh penting dari Surya Dumai Group.
Daftar Susunan Komisaris dan Direksi
RUPS telah menyetujui pengunduran diri dewan komisaris dan direksi yang diketok per 7 Mei lalu. Jabatan komisaris utama yang sebelumnya dipegang oleh Adrianto Machribie Reksohadiprodjo beralih ke Harianto Tanamoeljono. Masa jabatan berlaku efektif sejak penutupan RUPS hingga penutupan RUPS pada 2030 mendatang.
Adapun jajaran dewan komisaris dan direksi perseroan ANJT sebagai berikut:
Susuan Dewan Komisaris ANJT
- Komisaris Utama : Harianto Tanamoeljono
- Komisaris Independen: Sofyan Abdul Djalil
Susunan Dewan Direksi ANJT
- Direktur Utama: Suhendro
- Direktur: Isen Henry Tjong
- Direktur: Hilman Lukito
Kinerja Usaha Austindo Nusantara Kuartal I 2025
Sebelumnya Austindo telah membukukan kinerjanya untuk triwulan perdana 2025. Dalam laporan keuangannya, emiten sawit ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 251,9% secara year on year (yoy) menjadi US$ 3,2 juta atau setara Rp 52,6 miliar.
Direktur Keuangan ANJ, Nopri Pitoy, mengatakan peningkatan kinerja positif ini ditopang oleh program peningkatan yang diimplementasikan oleh perusahaan sejak 2024. Misalnya penyesuaian dosis pupuk. “Peningkatan laba bersih terutama didorong oleh volume penjualan dan harga jual produk minyak sawit yang lebih tinggi, penurunan biaya pemeliharaan di perkebunan yang sudah menghasilkan, serta penurunan biaya pengolahan di pabrik minyak sawit kami,” ujar Nopri dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (2/5).
Hingga akhir Maret, Austindo mencatatkan produksi 187.471 metrik ton (mt) Tandan Buah Segar (TBS). Jumlah ini meningkat 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 173.226 mt.
Secara finansial, Austindo mencatatkan peningkatan pendapatan konsolidasian sebesar 29,6%, mencapai US$ 63,4 juta atau setara Rp 1,04 triliun. Peningkatan ini didorong oleh volume penjualan dan harga jual rata-rata CPO dan Palm Kernel (PK) yang lebih tinggi.
Dari lini bisnis, Kelapa Sawit menjadi kontributor utama dengan US$ 61,7 juta atau 97,4% dari total pendapatan konsolidasi. Segmen sayuran juga menunjukkan kinerja yang solid dengan peningkatan pendapatan sebesar 55,3% dari US$ 0,7 juta menjadi US$ 1,1 juta, yang didorong oleh peningkatan volume penjualan dan ASP edamame beku, segar, dan mukimame atau edamame kupas.
Tak hanya itu, segmen sagu menyumbang US$ 0,4 juta terhadap pendapatan konsolidasi. Jumlah ini meningkat 21,9% dari US$ 0,3 juta pada periode yang sama tahun lalu.
