Harga Saham Pancaran Samudera (PSAT) Tembus ARA 25% di Debut IPO

Nur Hana Putri Nabila
8 Juli 2025, 09:20
BEI, IPO, PSAT
Katadata/Nur Hana Putri Nabila
BEI membuka perdagangan saham perdana dua emiten, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) dan PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) pada Selasa (8/7)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (8/7). Harga saham PSAT dibuka menembus batas atas atau Auto Reject Atas (ARA) melesat 25% ke level Rp 1.125 per lembar pada perdagangan perdananya.

Volume saham yang diperdagangkan tercatat 128,6 ribu dengan nilai transaksinya Rp 144,68 juta. Sementara frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 215 kali. Adapun kapitalisasi pasar Pancaran Samudera Transport pagi ini mencapai Rp 1,67 triliun.

Perusahaan menjadi emiten ke-15 di bursa pada tahun ini dan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek perseroan.

Adapun perusahaan mematok harga IPO Rp 900 per saham, yang merupakan batas atas dari harga book building di rentang Rp 850- Rp 900

PSAT melepas sebanyak 222,35 juta saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan target dana Rp 200,11 miliar.

Direktur Utama Pancaran Samudera Transport Susanto menjelaskan. perseroan saat ini masih fokus pada jasa pengangkutan komoditas batu bara. Ia menyebut, terdapat berbagai peluang untuk memperluas jangkauan pasar dengan mulai melayani pengangkutan komoditas lainnya. 

“Komoditas seperti pasir silika, kayu log, hingga bauksit itu menjadi peluang bagi kami ke depan,” katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/7). 

PSAT rencananya mengalokasikan sekitar Rp 175 miliar dari dana IPO untuk anak usahanya, PT Pancaran Karya Shipping (PKS) untuk membeli dua kapal bulk carrier demi memperkuat armada dan mendukung proyek strategis perusahaan. 

Sementara itu, sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja seiring prospek cerah bisnis pengangkutan batu bara. Menurut data Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA), proyeksi kenaikan kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara dalam negeri menjadi 229,3 juta ton pada 2025.

“Hal ini memberi peluang besar bagi PST untuk terus memperluas pangsa pasar dan meningkatkan volume pengangkutan,” kata Susanto. 

Kinerja Keuangan dan Kebijakan Dividen PSAT

PSAT membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 243,37 miliar pada 2024, turun 7,16% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan turunnya pendapatan usaha dari Rp 1,02 triliun pada 2023 menjadi Rp 980,16 miliar.

Segmen freight charter to freight charter mengalami penurunan paling tajam hingga 29,18%, sementara segmen owned to freight charter menyusut tipis 0,67%. 

Meski masih akan disesuaikan dengan kondisi keuangan dan keputusan RUPS, PSAT telah menyatakan niatnya untuk mulai membagikan dividen mulai tahun buku 2026. Dalam prospektus IPO-nya disebutkan bahwa rasio dividen bisa mencapai maksimal 100% dari laba bersih setelah dikurangi cadangan wajib.

Didirikan pada April 2007, PSAT berkantor pusat di Jakarta Utara dan bergerak di bidang penyewaan kapal, khususnya untuk angkutan batu bara. Perseroan memiliki armada cukup besar yang terdiri dari 36 unit tugboat, 29 tongkang, dan 2 kapal bulk carrier milik anak usaha. Armada ini melayani pengangkutan berbagai jenis muatan—mulai dari batu bara, pasir, hingga material tambang lainnya. 

Sektor pelayaran, khususnya pengangkutan batu bara, diproyeksikan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional maupun ekspor. Berdasarkan data APBI-ICMA, target Domestic Market Obligation (DMO) batu bara 2025 mencapai 229,3 juta ton, naik 4,05% dari 2024.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...