Laba Bank Jago (ARTO) Melesat 154% Jadi Rp 127 M: Kredit Naik, NPL Rendah
PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan laba bersih pada semester pertama tahun ini mencapai Rp 127 miliar, melesat 154% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 49,9 miliar. Kinerja laba, antara lain ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 37%.
“Mengamati potensi risiko dari situasi perekonomian yang penuh tantangan serta mencermati peluang yang ada,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (25/7).
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bunga ARTO melesat 76,5% dari Rp 862 miliar menjadi Rp 1,52 triliun. Beban bunga juga turut naik dari Rp 199,2 miliar menjadi Rp 421,8 miliar. Namun, pendapatan bunga bersih berhasil naik 49% dari Rp 778 miliar menjadi Rp 1,16 triliun.
Kenaikan pendapatan bunga sejalan dengan kredit yang naik dari Rp 15,7 triliun pada semester I 2024 menjadi Rp 21,4 triliun. Arief menjelaskan, penyaluran kredit Bank Jago dilakukan dengan mengandalkan strategi kolaborasi dengan berbagai mitra dan dilakukan prinsip kehati-hatian tercermin dari rasio kredit bermasalah atau NPL gross di level 0,3%.
“Kolaborasi dengan mitra ekosistem terus menjadi kontributor utama bisnis kami. Namun kami menyadari pentingnya melakukan diversifikasi, konsisten berinovasi, serta menciptakan produk dan layanan yang dapat memberikan kontribusi bisnis signifikan di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mencatat, jumlah nasabah Bank Jago meningkat hingga mencapai 17,2 juta nasabah per Juni 2025, termasuk 13,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Jumlah pengguna aplikasi tersebut meningkat 3 juta dibandingkan tahun lalu sebanyak 10 juta nasabah.
Sejalan dengan kenaikan jumlah nasabah funding, dana pihak ketiga ARTO melesat 51% dari Rp 14,8 triliun menjadi Rp 22,4 triliun.
