Manuver Petrosea (PTRO) Caplok HBS Group Senilai Rp 424,69 M, Bidik Tambang Emas

Nur Hana Putri Nabila
1 Agustus 2025, 14:43
PT Petrosea Tbk (PTRO) menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah dengan total nilai Rp 1,5 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (16/12). Terdiri obligasi berkelanjutan I tahap I Tahun 2024 dengan jumlah pokok Rp 1 triliun dan sukuk ijarah berkelan
Katadata
PT Petrosea Tbk (PTRO) menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah dengan total nilai Rp 1,5 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (16/12). Terdiri obligasi berkelanjutan I tahap I Tahun 2024 dengan jumlah pokok Rp 1 triliun dan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap I 2024 dengan sisa imbalan ijarah Rp 500 miliar.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten pertambangan, infrastruktur, dan jasa migas, PT Petrosea Tbk (PTRO) resmi mengakuisisi 100% saham HBS (PNG) Limited dan anak usahanya. Nilai transaksi mencapai US$ 25,76 juta atau sekitar Rp 424,69 miliar. 

Akuisisi ini dituangkan dalam perjanjian jual beli bersyarat atau conditional share sale and purchase agreement yang ditandatangani pada 1 Agustus 2025.

HBS Group, yang berbasis di Papua Nugini sejak 2006, dikenal sebagai penyedia layanan pertambangan, konstruksi, serta distribusi alat berat dan suku cadang, khususnya untuk proyek tambang mineral emas. Menurut Presiden Direktur Petrosea Michael, aksi korporasi ini menjadi langkah ekspansi internasional dan diversifikasi ke sektor mineral emas, yang diharapkan memperkuat posisi perusahaan sekaligus menciptakan sinergi bisnis antara Indonesia dan Papua Nugini.

“Apabila seluruh persyaratan dalam perjanjian bersyarat telah terpenuhi secara komprehensif, maka perjanjian ini akan berlaku efektif,” kata Michael dalam keterangan resminya, Jumat (1/8).

Penggabungan kapabilitas dan kemitraan itu membuka peluang langsung bagi Grup HBS untuk memperluas layanan, baik dalam proyek yang sedang berjalan maupun peluang proyek baru yang lebih besar dan beragam kedepannya. Grup HBS dapat menyediakan solusi yang lebih menyeluruh bagi tantangan industri saat ini.

Adapun Grup HBS akan memperluas layanan jasa pertambangan dan konstruksi, termasuk ekspansi ke sektor pertambangan di luar Indonesia. Perusahaan pun secara konsisten berupaya menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Laba Petrosea (PTRO) Anjlok 18%

Laba bersih emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini anjlok 18,6% menjadi US$ 1,07 juta atau setara dengan Rp 17,46 miliar (kurs Rp 16.231 per dolar AS) pada semester I 2025. Laba bersih turun meski pendapatan perseroan masih naik 10,2%. 

Merujuk laporan keuangan Petrosea,  pendapatan perseroan naik dari US$ 318,02 menjadi US$ 351, 11 juta. Pendapatan perusahaan, antara lain diperoleh dari pendapatan konstruksi dan rekayasa sebesar US$ 159.33 juta, pendapatan penambangan sebesar US$ 158,55 juta, pendapatan jasa sebesar US$ 15,54 juta serta pendapatan lain-lain sebesar US$  1,34 juta.  

Di sisi lain, beban usaha langsung perseroan juga meningkat dari  US$ 277,35 juta  menjadi US$ 301,94 juta. Laba kotor PTRO pun masih mencatatkan kenaikan dari US$ 40,6 juta menjadi US$ 49,2 juta. Namun, kinerja perusahaan terbebani oleh kenaikan beban bunga dan keuangan yang naik dari US$ 13,3 juta menjadi US$ 21,2 juta. Beban pajak penghasilan juga melonjak dari US$ 1,6 juta menjadi US$ 3,7 juta sehingga menyebabkan laba bersih perseroan secara keseluruhan turun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...