Laga TLKM, ISAT, EXCL di Lelang Frekuensi 1,4 Ghz, WIFI Masuk Lewat Anak Usaha

Ira Guslina Sufa
15 Agustus 2025, 07:49
TLKM
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan kabar terbaru ihwal lelang frekuensi 1,4 Ghz. Berdasarkan pengumuman terbaru, terdapat 7 perusahaan yang dinyatakan resmi melakukan pengambilan akun e-auction untuk mengikuti lelang. 

Dari tujuh perusahaan yang telah dinyatakan resmi mendaftar terdapat sederet emiten telekomunikasi Tanah Air yang turut menjadi peserta. Mereka adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Ada pula PT XLSMart Telecom Sejahtera yang merupakan anak usaha PT XLSmart Tbk (EXCL). 

“Selanjutnya Penyelenggara Telekomunikasi tersebut yang telah mendapatkan akun sistem e-Auction dapat melakukan pengunduhan dokumen seleksi,” tulis Kemenkomdigi dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (15/8). 

Selain tiga emiten tersebut perusahaan terbuka lainnya yang turut serta dalam lelang adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau biasa dikenal sebagai Surge. Meski begitu WIFI tidak masuk secara langsung tetapi melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama. 

Presiden Direktur WIFI, Yune Marketatmo, mengungkapkan perseroan telah melakukan kajian internal terkait kesiapan dan kesesuaian strategi bisnis. Menurut Yune WIFI menyambut baik lelang di semua regional yang ada dengan modal dan kesiapan ekosistem pendukung yang sangat komprehensif.

"Lelang ini menjadi katalis untuk mempercepat pembangunan internet rakyat terjangkau di seluruh pelosok Indonesia, sejalan dengan transformasi dan inklusi digital pemerintah,” jelas Yune.

Menurut Yune, secara struktur, PT Telemedia Komunikasi Pratama anak usaha usaha dari PT Dharma Sinar Semesta (DSS) dengan porsi kepemilikan saham 99,99% yang merupakan anak usaha dari PT Investasi Jaringan Nusantara (IJN) dengan porsi 99,99%. Adapun IJN anak usaha dari PT Jaringan Infra Andalan (JIA) dengan porsi 99,99% dan JIA adalah anak usaha langsung dari PT Solusi Sinergi digital Tbk (WIFI) dengan porsi kepemilikan saham 99,83%.

Sinar Mas Group juga tak ketinggalan untuk ikut dalam lelang. Perusahaan di bawah konglomerasi taipan Franky Oesman Widjaja itu masuk lewat PT Eka Mas Republik.  Eka Mas merupakan perusahaan yang dikenal dengan merek MyRepublic yang menyediakan layanan internet fiber optik dan TV berlangganan. 

“Mereka selanjutnya akan bersaing untuk seleksi dapat menyampaikan pertanyaan tertulis tentang isi dokumen seleksi melalui surat resmi,” ujar Kemenkomdigi lagi. 

Daftar Lengkap 7 Peserta Lelang Frekuensi 1,4 Ghz

  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk;
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera;
  • PT Indosat Tbk;
  • PT Telemedia Komunikasi Pratama;
  • PT Netciti Persada; 
  • PT Telekomunikasi Selular; 
  • PT Eka Mas Republik.

Perluas Jangkauan Internet 

Sebelumnya Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkomdigi Wayan Toni Supriyanto menjelaskan seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz dilakukan untuk layanan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access). Hal ini diperlukan guna memperluas jangkauan internet tetap dan mendukung pemerataan transformasi digital.

Wayan mengatakan penambahan infrastruktur dilakukan untuk meningkatnya kebutuhan konektivitas khususnya di daerah yang belum terlayani secara optimal.

“Langkah ini tidak hanya membuka ruang bagi penyelenggara jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan, tetapi juga memperluas pilihan akses internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujar Wayan. 

Pelaksanaan seleksi dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 337 Tahun 2025. Tahapan seleksi dilakukan secara terbuka bagi seluruh penyelenggara telekomunikasi yang telah memiliki izin sesuai persyaratan.

Komitmen penyediaan layanan tersebut akan menjadi acuan dalam pengawasan dan evaluasi proyek. Pemerintah memastikan bahwa seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

“Fokus kami adalah memastikan pita frekuensi ini dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan internet berbasis jaringan pita lebar tetap,” ujar Wayan lagi. 

Pita frekuensi 1,4 GHz merupakan frekuensi yang diperuntukan untuk penggelaran jaringan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access), terutama dengan teknologi Time Division Duplex (TDD). Penggunaan pita ini diharapkan memberi fleksibilitas bagi operator dalam menyediakan layanan akses internet berbasis jaringan pita lebar yang berkualitas.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...