Manajemen LINK Jelaskan Kabar Terkini Divestasi Saham Axiata Investment

Karunia Putri
3 September 2025, 18:35
Link Net
Link Net
Link Net
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Link Net Tbk (LINK) buka suara mengenai aksi divestasi saham yang dilakukan oleh pengendali perseroan, Axiata Investment. Dalam keterbukaan informasi terbaru, Axiata Investment telah melepas sebanyak 136.203.259 saham LINK dengan harga Rp 3.060 per saham pada Selasa (26/8)

Direktur Utama LINK, Yosafat Marhasak Hutagalung menyampaikan, LINK memahami terdapat pertimbangan awal atas potensi transaksi divestasi oleh Axiata Investment. Ia mengatakan  berdasarkan informasi terakhir yang disampaikan oleh pemegang saham pengendali, pertimbangan tersebut masih dalam tahap awal dan belum terdapat keputusan ataupun perjanjian terkait keberlanjutan transaksi divestasi tersebut.

“Perseroan telah meminta pemegang saham pengendali perseroan untuk terus memberikan pembaruan kepada kami mengenai perkembangan terbaru terkait potensi transaksi tersebut,” kata Yosafat dalam pergelaran Public Expose LINK secara virtual pada Rabu (3/9).

Yosafat melanjutkan, berdasarkan informasi yang sama, tidak terdapat potensi transaksi yang dilakukan pengendali tersebut terlaksana. Dia juga menyampaikan, perseroan akan menyampaikan pengumuman lebih lanjut apabila telah memperoleh informasi tambahan dari pemegang saham pengendali, atau pengumuman yang dipandang perlu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

WIFI Bidik Akuisisi Saham LINK

Sebelumnya, berhembus kabar emiten milik adik Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge akan membeli saham LINK dari Axiata. 

Dalam informasinya, Direktur Surge Shannedy Ong membenarkan adanya rencana untuk mengakuisisi saham PT Link Net Tbk (LINK). Shannedy mengatakan proses itu kini tengah dalam masa penawaran atau bidding.

“Setiap perkembangan material akan disampaikan selanjutnya, melalui keterbukaan informasi sesuai ketentuan OJK dan BEI yang berlaku,” ujar Shannedy Ong, dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (20/8). 

Hal serupa juga dibenarkan oleh manajemen LINK. Sekretaris Link Net Rininta Agustina Widya Pratika mengatakan memang perusahaan mengetahui adanya pertimbangan awal oleh pemegang saham pengendali LINK untuk mengakses calon investor strategis. Meski begitu, kabar itu belum dalam bentuk pernyataan resmi.  

“Sampai dengan tanggal surat ini, perseroan belum menerima informasi lain dari pemegang saham atau pengendali LINK mengenai hal tersebut maupun perkembangannya,” ucap Rininta, pada Jumat (15/8).

Sebelumnya WIFI bersama I Squared Capital asal Amerika Serikat dikabarkan menjadi kandidat kuat pembeli mayoritas saham PT Link Net Tbk (LINK). Nilai transaksi ditaksir menembus US$ 1 miliar atau setara Rp 16 triliun.

Mengutip DealStreetAsia, perusahaan telekomunikasi asal Malaysia, Axiata Group saat ini berada di tahap akhir proses divestasi Link Net. Bank UBS bertindak sebagai penasihat penjualan. 

Nilai transaksi ditaksir mencapai US$ 1 miliar dan digadang-gadang sebagai salah satu kesepakatan infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara tahun ini.  

DealStreetAsia sebelumnya juga melaporkan, Salim Group dan Sinar Mas sempat berminat untuk menbeli saham LINK. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari keduanya. Pada 2022, Axiata yang berpusat di Malaysia serta anak usahanya di Indonesia, PT XL Axiata telah mengakuisisi Link Net dari Lippo Group sebesar 66,03% dari total seluruh sahamnya atau senilai sekitar US$ 500 juta.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...