5 Fakta IPO Superbank (SUPA): Janji Dividen 85% dan Incar Rp 3 T, Cek Prospeknya
PT Super Bank Indonesia atau Superbank dengan kode ticker SUPA bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). Bank digital di bawah grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) itu dijadwalkan melantai pada 17 Desember 2025 mendatang.
Superbank sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Fama International, merupakan lembaga keuangan yang berdiri di Bandung pada 1993. Selama hampir tiga dekade beroperasi sebagai bank konvensional, perusahaan ini kemudian memulai transformasi besar menuju bank digital.
Transformasi tersebut dimulai pada akhir 2021, Emtek Group resmi menjadi pemegang saham pengendali. Langkah itu diperkuat dengan masuknya Grab dan Singtel pada awal 2022, serta KakaoBank pada 2023, membentuk konsorsium strategis yang memperkuat posisi Superbank di industri perbankan digital.
Lalu pada awal 2023, Bank Fama resmi berganti nama menjadi Superbank dan memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta, dengan kantor cabang di Jakarta dan Bandung.
Memasuki tahun 2024, Superbank semakin agresif memperluas jangkauan layanan dengan meluncurkan berbagai produk keuangan digital, seperti Saku by Superbank, Celengan by Superbank, serta produk Deposito dengan bunga kompetitif dan jangka waktu fleksibel mulai dari tujuh hari.
5 Fakta IPO Superbank
Tawarkan Rp 525–695 per Saham
Dalam IPO ini, Superbank (SUPA) berencana melepas maksimal 4,40 miliar saham baru atau setara 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp 100 dengan harga penawaran di kisaran Rp 525 hingga Rp 695 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp 3,06 triliun.
Superbank telah menunjuk empat sekuritas untuk mengantarkan proses IPO. Empat sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas.
Struktur Permodalan Sebelum dan Sesudah IPO
| Pemegang Saham | Sebelum IPO (Jumlah Saham) | (%) | Setelah IPO (Jumlah Saham) | (%) |
| EMV | 9.175.800.159 | 31,11% | 9.175.800.159 | 27,07% |
| KTI | 5.650.340.722 | 19,16% | 5.650.340.722 | 16,67% |
| SAI | 2.493.833.503 | 8,46% | 2.493.833.503 | 7,36% |
| A5DB | 3.398.682.495 | 11,52% | 3.398.682.495 | 10,03% |
| NBA | 452.914.400 | 1,54% | 452.914.400 | 1,34% |
| APH | 237.737.225 | 0,81% | 237.737.225 | 0,70% |
| TSS | 958.207.669 | 3,25% | 958.207.669 | 2,83% |
| GXS | 3.538.848.642 | 12,00% | 3.538.848.642 | 10,44% |
| KKB | 2.934.040.535 | 9,95% | 2.934.040.535 | 8,66% |
| BST | 650.000.000 | 2,20% | 650.000.000 | 1,92% |
| Masyarakat | - | - | 4.406.612.300 | 13,00% |
| Total Modal Ditempatkan | 29.490.405.350 | 100% | 33.897.017.650 | 100% |
Sumber: Prospektus IPO Superbank
Sebelum IPO, modal ditempatkan dan disetor bank tercatat sebanyak 29,49 miliar saham dengan nilai nominal Rp 2,94 triliun, setara 100% kepemilikan. Setelah IPO, jumlah modal ditempatkan dan disetor meningkat menjadi 33,89 miliar saham, dengan nilai nominal Rp 3,38 triliun
Pemegang saham terbesar setelah IPO masih ditempati PT Elang Media Visitama (EMV) dengan porsi 27,07%, disusul PT Kudo Teknologi Indonesia (KTI) sebesar 16,67%, GXS Bank Pte., Lte., sebesar 10,44%, A5DB Holdings 10,03%, dan KakaoBank Corp (KKB) 8,66%.
Adapun komposisi kepemilikan untuk masyarakat sebesar 4.406.612.300 saham atau 13,00% dari keseluruhan modal ditempatkan dan disetor.
Kebijakan Dividen
Superbank mengumumkan usai IPO dan apabila perusahaan mencatatkan saldo laba positif, manajemen berkomitmen untuk membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham. Porsi dividen yang direncanakan mencapai maksimal 85% dari laba bersih tahun berjalan.
Namun, realisasi pembagian dividen akan mempertimbangkan sejumlah indikator fundamental dan strategi bisnis. Beberapa faktor yang menjadi acuan antara lain kinerja keuangan bank, tingkat rasio KPMM, kesehatan bank, serta kondisi keuangan dan proyeksi pertumbuhan laba. Selain itu, kebutuhan permodalan untuk masa depan, rencana ekspansi, keberlanjutan usaha, kondisi pasar dan ekonomi, hingga kepentingan pemegang saham serta kepatuhan terhadap regulasi juga turut menjadi pertimbangan.
Strategi Usaha
Berdasarkan prospektusnya, Superbank menilai keunggulan kompetitif perusahaan. Superbank memanfaatkan besarnya peluang di sektor keuangan digital Indonesia yang tengah berkembang, khususnya dari sisi perluasan pasar dan adopsi layanan perbankan. Superbank juga menggunakan konsep layanan berbasis multi-ekosistem terkemuka di Indonesia.
Selain itu, Superbank fokus menghadirkan produk dan layanan inovatif serta memperluas ke nasabah untuk segmen tabungan, pinjaman, maupun layanan keuangan lainnya.
Lalu keunggulan Superbank yakni memiliki DNA berbasis kecerdasan buatan (AI) dan didukung teknologi yang mendorong inovasi serta skalabilitas tinggi. Kinerja keuangan yang solid. Di sisi lain, kepemimpinan dengan pengalaman luas menjadi motor dalam mendorong pertumbuhan strategis yang berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, strategi usaha Superbank yakni mengembangkan portofolio pinjaman secara strategis. Perusahaan juga berupaya mendorong pendanaan, loyalitas serta keterlibatan nasabah melalui perannya dalam ekosistem keuangan yang lebih luas.
Kemudian siklus kredit berbasis AI menjadi salah satu strategi utama, yang diperkuat penggunaan machine learning dan big data. Dari sisi operasional, Superbank berupaya mengelola biaya lebih efisien melalui penerapan budaya teknologi untuk menjadi organisasi yang lebih lean dan cerdas.
Kinerja Keuangan hingga Kuartal Ketiga 2025
Seiring dengan itu, kinerja Superbank justru mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Hingga kuartal III tahun ini, bank digital tersebut membukukan laba sebelum pajak (PBT) Rp 80,9 miliar, dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih 176% YoY menjadi Rp 1,1 triliun.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan strategi digital-first menjadi motor utama kinerja. Superbank mencatat 5 juta nasabah sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, dengan aktivitas transaksi harian meningkat lebih dari 40% dibanding kuartal sebelumnya.
“Didukung integrasi layanan dengan Grab dan OVO yang tumbuh pesat, kami terus membuktikan pendekatan digital-first mampu menghadirkan pertumbuhan yang sehat dan aman bagi lebih dari 5 juta nasabah kami,” ujar Tigor dalam keterangan resmi.
Sementara itu pertumbuhan nasabah mendorong peningkatan di hampir seluruh indikator utama keuangan. Perusahaan mencatat kredit tumbuh 84% YoY menjadi Rp 9,04 triliun. Seiring dengan itu aset meningkat 70% YoY menjadi Rp 16,5 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) melonjak 203% YoY menjadi Rp 9,8 triliun.
Dari sisi efisiensi, Cost to Income Ratio (CIR) turun tajam dari 149,65% menjadi 70,14%, sedangkan Net Interest Margin (NIM) meningkat ke 10,64%. Rasio kredit bermasalah juga tetap terkendali, dengan NPL gross 2,83% dan NPL net 1,21%. Sementara itu LDR Superbank stabil di kisaran 92%, menunjukkan struktur yang sehat
“Menutup Kuartal III 2025, Superbank terus memperkuat perannya dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dan mudah diakses,” ujar manajemen Superbank.
Kinerja solid dan sinergi dengan ekosistem digital besar yaitu Grab, OVO, dan Emtek menjadi modal utama Superbank jika benar melangkah ke lantai bursa. Integrasi ini memberi keunggulan strategis dalam menjangkau segmen ritel dan underbanked, sekaligus memperluas inklusi keuangan.
Dengan momentum pertumbuhan yang kuat dan kondisi pasar modal yang mulai stabil, Superbank berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar di sektor finansial 2025, sejalan dengan agenda BEI menghadirkan lighthouse company baru.
“Kami berkomitmen menghadirkan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat tumbuh bersama nasabah dan memberikan dampak positif yang lebih luas,” tutur Tigor.
Rencana dan Jadwal IPO Superbank
Adapun rencana usai IPO, sekitar 70% akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perusahaan. Kemudian sisanya 30% bakal dialokasikan untuk belanja modal demi mendukung kegiatan usaha.
- Perkiraan masa penawaran awal: 25 November–1 Desember 2025
- Perkiraan tanggal efektif: 8 Desember 2025
- Perkiraan masa penawaran umum perdana saham: 10–15 Desember 2025
- Perkiraan tanggal penjatahan: 15 Desember 2025
- Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik: 16 Desember 2025
- Perkiraan tanggal pencatatan saham di BEI: 17 Desember 2025
