Emiten Happy Hapsoro (RATU) Menangkan Hak Partisipasi di Blok Gas Madura Husky

Karunia Putri
1 Desember 2025, 14:27
Blok migas, RATU, Blok madura, blok Husky
Katadata
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memenangkan hak partisipasi perusahaan minyak Blok Madura Husky. Perusahaan menjadi pemenang tender atas pembelian saham SMS Development Limited (SMSDL) yang memegang 20% partisipasi tidak langsung di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Adapun HCML merupakan operator pengembangan dan produksi gas alam di wilayah Madura.

Corporate Secretary RATU Adrian Hartadi menyampaikan, penetapan pemenang ini merupakan hasil evaluasi terhadap proposal penawaran yang diajukan emiten milik suami Ketua DPR RI Puan Maharani, Happy Hapsoro ini kepada pihak terkait.

“Sehubungan dengan penetapan tersebut, perseroan saat ini belum mengambil keputusan apapun terkait pelaksanaan transaksi akuisisi, struktur pembiayaan, rencana penyertaan modal, maupun bentuk struktur transaksi lainnya,” kata Adrian dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Senin (1/12).

Adrian menjelaskan, pelaksanaan transaksi nantinya tetap tunduk pada syarat dan ketentuan dalam perjanjian-perjanjian mengikat serta persetujuan korporasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seluruh proses akan mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai transaksi material dan kewajiban keterbukaan informasi.

Perseroan juga menegaskan bahwa penetapan sebagai pemenang ini belum memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. Dampak baru akan timbul jika RATU menandatangani perjanjian mengikat atau setelah memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) sebagaimana dipersyaratkan.

Mengutip situs resminya, HCML merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bertugas menjalankan eksplorasi dan eksploitasi migas di Blok Madura Strait.

HCML mengelola dua lapangan gas utama. Pertama, lapangan BD di mana proyek ini mencakup pembangunan pipa bawah laut sepanjang sekitar 53 kilometer dari Sampang ke Pasuruan. Lapangan BD menargetkan produksi gas sebesar 100 MMSCFD serta kondensat sekitar 6.000 BCPD.

Kedua, papangan MDA & MBH. Lapangan ini diperuntukkan memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. Produksi gas akan disalurkan melalui jaringan pipa yang terhubung ke East Java Gas Pipeline (EJGP). Kapasitas produksi diharapkan mencapai 120 MMSCFD

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...