Unilever (UNVR) Jual Bisnis Teh Sariwangi, Kantongi Rp 1,5 T Apa Strateginya?

Nur Hana Putri Nabila
7 Januari 2026, 10:29
Unilever Indonesia
Unilever Indonesia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Raksasa perusahaan consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjual bisnis tehnya bermerek Sariwangi senilai Rp 1,5 triliun. Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, menyampaikan UNVR telah menandatangani Business Transfer Agreement (BTA) pada Rabu (6/1) dengan pihak pembeli yang tidak memiliki hubungan afiliasi, yakni PT Savoria Kreasi Rasa.

Ia mengatakan transaksi tersebut direncanakan rampung pada 2 Maret 2026 mendatang. Adapun BTA tersebut tunduk pada hukum Republik Indonesia, dan setiap sengketa yang timbul akan diselesaikan melalui arbitrase di Singapore International Arbitration Centre (SIAC).

“Harga yang disepakati adalah sebesar Rp 1,5 triliun diluar pajak yang berlaku,” tulis Padwestiana Kristanti dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (7/1). 

Kemudian penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan dengan nilai pasar sebesar Rp 1,48 triliun. Nilai transaksi tersebut setara dengan 45% dari ekuitas perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

Unilever Indonesia juga mencatat total aset bisnis teh bermerek “Sariwangi” setara dengan 2,5% dari total aset perusahaan. Kontribusi laba bersih bisnis tersebut tercatat sebesar 3,1% terhadap laba bersih. Sementara pendapatan usaha dari bisnis teh Sariwangi berkontribusi sekitar 2,7% terhadap total pendapatan usaha Unilever Indonesia.

Menurut Padwestiana transaksi tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Penjualan bisnis teh tersebut akan memungkinkan Perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya dalam jangka pendek.

"(perusahaan) berfokus pada bisnis inti Perseroan yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang," ujarnya lagi. 

Jual Bisnis Es Krim Rp 7 Triliun

Sebelumnya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan perseroan telah menandatangani kontrak penjualan bisnis es krimnya kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia  senilai Rp 7 triliun pada 22 November 2024.  

UNVR menjelaskan penjualan bisnis es krim tersebut merupakan bagian dari strategi global Unilever Plc.  Nilai transaksi ini (tidak termasuk PPN) mencakup nilai pasar aset tetap sebesar Rp 2,55 triliun, nilai buku bersih per September 2024 sebesar Rp1,99 triliun, dan nilai persediaan per September 2024 sebesar Rp 172,8 miliar.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menjelaskan, pemisahan bisnis es krim merupakan langkah strategis perusahaan agar lebih fokus pada portofolio bisnis dan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan secara keseluruhan. Setelah pemisahan bisnis ini, menurut dia, Unilever Indonesia akan fokus pada prioritas strategis untuk mencapai ambisi jangka panjang perusahaan. 

“Langkah-langkah ini bukan hanya tentang menutup tahun dengan kuat, tetapi juga tentang menyiapkan landasan untuk kinerja yang berkelanjutan dan penciptaan nilai seiring kami memasuki 2026 dan seterusnya,” kata Benjie dalam paparan publik secara virtual, Kamis (23/10). 

Laba Naik 10,8% hingga Kuartal III 2025 

Apabila menilik kinerja keuangannya, Unilever membukukan kinerja yang positif  hingga kuartal III 2025. Laba bersih perseroan mencapai Rp 3,33 triliun, naik 10,8% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba perusahaan berhasil tumbuh dua digit meski pendapatan bersih naik tipis.  

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bersih Unilever Indonesia juga naik 0,7% yoy menjadi Rp 27,61 triliun dari periode yang sama sebelumnya Rp 27,41 triliun. Penjualan UNVR terutama berasal dari dalam negeri berkontribusi Rp 26,78 triliun dan ekspor sebesar Rp 827,38 miliar sepanjang Januari–September 2025.    

Benjie Yap mengatakan perusahaan sejak awal tahun telah berkomitmen untuk memulihkan pertumbuhan pada paruh kedua 2025 dan kini melihat hasilnya. Ia menegaskan kinerja ini didukung oleh fondasi bisnis yang lebih kuat, eksekusi strategi yang lebih efektif, serta kolaborasi tim dalam menghadapi tantangan operasional.  

Ia juga menilai pencapaian ini menunjukkan bahwa Unilever berada di jalur yang tepat menuju pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.  

“Hasil kinerja kuartal ketiga kami menjadi langkah nyata dalam perjalanan pemulihan bisnis kami dan mulai melihat dampak positif dari perubahan struktural dan langkah disiplin yang telah kami ambil selama setahun terakhir,” kata Benjie.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...