Mengintip Profil Anak Usaha Emiten RAJA, Siapa Paling Siap IPO di Bursa 2026?

Karunia Putri
17 Januari 2026, 11:59
RAJA
ANTARA/HO-RAJA
Ilustrasi pekerja perusahaan industri hulu migas PT Rukun Raharja Tbk
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten suami ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani yaitu Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro dikabarkan akan membawa anak usahanya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kali ini, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) disebut-sebut akan kembali memboyong salah satu anak usahanya melakukan penawaran perdana saham publik (IPO) tahun ini.

Sinyal aksi korporasi tersebut sebenarnya sudah muncul sejak Oktober tahun lalu. Direktur RAJA Ogi Rulino ketika itu menyampaikan bahwa perseroan berencana membawa salah satu anak usaha di subholding midstream untuk IPO pada 2026.

Jika melihat profil bisnisnya, RAJA memiliki rantai usaha yang terintegrasi dalam tiga segmen yaitu upstream, midstream dan downstream. Lantas anak usaha RAJA manakah yang paling berpotensi untuk IPO tahun ini?

Anak Usaha RAJA di Segmen Upstream

Pada segmen upstream, RAJA fokus pada investasi serta partisipasi di bidang eksplorasi dan produksi migas maupun energi lainnya. Segmen ini menjadi pintu awal dalam rantai pasokan energi RAJA untuk memastikan ketersediaan energi jangka panjang yang andal dan berkelanjutan.

RAJA memiliki empat anak usaha yang masuk dalam segmen upstream. Yaitu PT Raharja Energi Sentosa, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Raharja Energi Tanjung Jabung dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Pada Januari tahun lalu, RAJA telah membawa RATU melantai di bursa melalui aksi IPO. IPO RATU masuk kategori IPO mercesuar (lighthouse company).

Anak Usaha RAJA di Segmen Midstream

Kemudian dalam segmen midstream, RAJA lewat anak usahanya mengoperasikan bisnis infrastruktur transportasi dan distribusi gas alam, seperti jaringan pipa dan fasilitas pengolahan. RAJA tercatat memiliki sembilan anak usaha pada segmen ini. Tiga di antaranya dimiliki langsung oleh RAJA. Ketiganya adalah PT Triguna Internusa Pratama (TIP), PT Petrotech Penta Nusa (PPN) dan PT Heksa Energi Mitraniaga (HEMA). 

Sementara enam lainnya dimiliki melalui entitas anaknya. Keenam anak usaha RAJA di segmen midstream adalah PT Hafar Daya Konstruksi, PT Hafar Capitol Nusantara, PT Hafar Samudera, PT Trimitra Cipta Mandiri, PT Bravo Delta Persada dan PT Artifisial Teknologi Persada.

Dengan kabar IPO anak usaha RAJA di segmen midstream, maka ketiga entitas tersebut menjadi sorotan publik. Berdasarkan profil usahanya, Triguna Internusa Pratama (TIP) merupakan entias anak RAJA yang sahamnya 100% dimiliki oleh RAJA. 

TIP fokus pada investasi infrastruktur gas. Perusahaan memulai bisnisnya dari pembangunan jalur pipa gas di koridor Tambun–Tegal Gede, Bekasi, Jawa Barat. Seiring waktu, TIP memperluas portofolio ke sektor energi dan utilitas lain, mulai dari fasilitas kompresor gas, fasilitas produksi gas, jasa operasi dan pemeliharaan (O&M) untuk pipa migas dan pembangkit panas bumi (geothermal), hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Saat ini TIP mengelola jaringan pipa gas hampir 200 kilometer di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Jambi, Riau, dan Jawa Tengah. Salah satu fasilitas utamanya berada di Gresik, terdiri dari pipa berdiameter 16 inci sepanjang 19,30 km, 12 inci sepanjang 230 meter dan 10 inci sepanjang 110 meter dengan total kapasitas 70 MMSCFD. TIP juga mengelola fasilitas water treatment di Cijanggel.

Sementara itu, Petrotech Penta Nusa (PPN) merupakan anak usaha RAJA yang bergerak pada jasa penunjang energi dan pengembangan infrastruktur hilir migas. Perusahaan ini memiliki kerja sama jangka panjang dengan PT Schlumberger Geophysics Nusantara melalui kontrak Purchase of Wellsite Services – Vehicle (LV & HV) and Manpower Services di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan – Area Selatan.

PPN juga tengah mengerjakan proyek strategis nasional berupa pembangunan jaringan pipa BBM Tanjung Batu–Samarinda bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga. Proyek sepanjang 120 km dengan diameter pipa 12 inci tersebut melintasi Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Samarinda, menggunakan skema Build-Maintain-Transfer selama 12 tahun.

Adapun Heksa Energi Mitraniaga berfokus pada penyediaan layanan terminal dan distribusi liquefied petroleum gas (LPG). Berbasis operasional di Jawa Tengah, HEMA mengelola terminal LPG dengan mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung ketersediaan energi bersih dan terjangkau.

Anak Usaha RAJA di Segmen Downstream

Meski sinyal IPO yang diungkapkan Direktur RAJA berasal dari segmen midstream, namun pasar ternyata memiliki spekulasi lain. Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata, RAJA justru akan membawa satu anak usahanya di segmen downstream untuk IPO di tahun ini.

Anak usaha tersebut bernama PT Panji Raja Alamindo (PRA) yang 67% sahamnya dimiliki oleh RAJA. Panji Raya Alamindo merupakan entitas anak RAJA yang berfokus pada kegiatan investasi, perdagangan dan transportasi gas bumi. Perusahaan ini didirikan pada 2007 dan memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok energi nasional, khususnya di sektor niaga gas. 

Saat ini, PRA membawahi sejumlah entitas anak yang aktif di bidang perdagangan gas. Melalui unit-unit bisnis tersebut, PRA menjalankan distribusi dan suplai gas ke berbagai segmen industri serta menjalin kemitraan strategis untuk memperluas jangkauan layanan energi yang andal, efisien dan berkelanjutan.

Dalam operasionalnya, PRA memperluas kontribusi di sektor niaga dan distribusi gas melalui anak usahanya PT Energasindo Heksa Karya (EHK). Di bawah EHK, PT Majuko Utama Indonesia (MUI) dan PT Artha Prima Energi (APE) turut memperkuat ekosistem bisnis PRA. Sinergi antar lini usaha ini membentuk jaringan terintegrasi yang menopang pengembangan industri gas bumi nasional. 

Wilayah operasional PRA mencakup Sumatra dan Jawa. Di Sumatra, perusahaan menjalankan kegiatan niaga gas bumi. Sementara itu, pengangkutan gas bumi melalui pipa dilakukan di wilayah Jawa dan Jambi. PRA juga mengelola niaga gas CNG serta mengoperasikan mother station CNG.

Selain PRA, RAJA memiliki empat anak usaha lain di segmen downstream, yaitu PT Energasindo Heksa Karya, PT Majuko Utama Indonesia, PT Artha Prima Energi dan PT Prima Energi Raharja.

Sebelumnya, penulis telah meminta konfirmasi kepada sekretaris perusahaan RAJA Yuni Pattinasarani terkait kabar RAJA yang akan membawa anak usahanya IPO tahun ini. Namun Yuni belum memberikan tanggapan hingga berita ini terbit.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...