Emiten Hapsoro (RATU) Ungkap Rencana Akuisisi Blok Migas Baru, Intip Peluangnya

Karunia Putri
22 Januari 2026, 18:16
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, berencana membawa anak usahanya, Raharja Energi Cepu (RATU), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO).
Katadata
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, berencana membawa anak usahanya, Raharja Energi Cepu (RATU), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Entitas bisnis yang terafiliasi dengan pengusaha tambang Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengungkap rencana aksi akuisisi blok minyak dan gas (migas) baru pada tahun ini. Direktur RATU Adrian Hartadi mengatakan, perseroan saat ini tengah melakukan negosiasi untuk mengakuisisi satu blok migas.

“Kami ada satu blok yang sedang dalam tahap diskusi untuk diakuisisi. Jika sudah ada kesepakatan yang tepat, kami bisa langsung melakukan akuisisi,” ujar Adrian dalam diskusi Ratu Prospects and Challenges in the Future yang digelar secara virtual, Kamis (22/1).

Adrian menjelaskan, karena masih berada pada tahap negosiasi, perseroan belum dapat mengungkapkan identitas blok migas yang menjadi target akuisisi tersebut. Namun, ia memastikan bahwa jika seluruh kesepakatan telah tercapai, RATU akan segera merealisasikan aksi korporasi tersebut dan mengumumkannya kepada publik.

Selain itu, Adrian menyebutkan terdapat sekitar 20 blok migas yang saat ini masuk dalam pipeline calon akuisisi RATU. Meski demikian, perseroan masih melakukan kajian mendalam untuk memastikan blok-blok tersebut sesuai dengan kriteria dan strategi bisnis perusahaan.

Dalam menjalankan strategi akuisisi, Adrian menyebut, RATU memprioritaskan blok migas yang sudah berada pada tahap operasi (operating). Menurut Adrian, sektor migas memiliki tingkat risiko yang tinggi, terutama pada blok yang masih berada dalam tahap eksplorasi.

“Oleh karena itu, sebisa mungkin kami tidak masuk ke tahap eksplorasi dan lebih fokus pada blok yang sudah berproduksi,” kata dia.

Sebelumnya, pasar saham sempat diramaikan dengan kabar RATU yang menjajaki beberapa akuisisi hak partisipasi blok migas. Di antaranya ada wilayah Jawa Timur, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Timur. Rumor paling santer adalah rencana RATU mengakusiis blok migas besar yang berada di Papua Barat, Blok Kasuri.

Sebagai bagian dari aksi terbaru, RATU baru saja memenangkan hak partisipasi pada Blok Madura Husky. Perseroan memenangkan tender pembelian saham SMS Development Limited (SMSDL) yang memiliki 20% partisipasi tidak langsung di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

HCML merupakan operator pengembangan dan produksi gas alam di wilayah Madura. Mengacu pada situs resminya, HCML adalah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Blok Madura Strait.

HCML mengelola dua lapangan gas utama. Pertama, Lapangan BD yang mencakup pembangunan pipa bawah laut sepanjang sekitar 53 kilometer dari Sampang ke Pasuruan. Lapangan ini menargetkan produksi gas sebesar 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) serta kondensat sekitar 6.000 barel per hari (BCPD).

Kedua, Lapangan MDA dan MBH yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. Produksi gas dari lapangan ini akan disalurkan melalui jaringan pipa yang terhubung dengan East Java Gas Pipeline (EJGP), dengan kapasitas produksi yang diharapkan mencapai 120 MMSCFD.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...