OCBC Sekuritas Ungkap Bakal Bawa 4 Perusahaan IPO di BEI, Apa Saja Sektornya?

Nur Hana Putri Nabila
27 Januari 2026, 07:45
IPO
Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT OCBC Sekuritas Indonesia mengatakan akan membawa empat perusahaan untuk mencatatkan perdana sahamnya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat. 

Presiden Direktur OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, menyebut secara rinci satu perusahaan ditargetkan akan IPO pada kuartal pertama. Selanjutnya dua perusahaan pada kuartal kedua, dan masing-masing satu perusahaan lagi kuartal ketiga dan keempat.

Betty menyebut perusahaan yang bakal dibawanya bukan berskala jumbo, tetapi berada di segmen medium cap. Meski begitu nilai masing-masing perusahaan diperkirakan tetap di atas Rp 240 miliar. Adapun IPO terdekat dijadwalkan pada kuartal pertama 2026, tepatnya sekitar Maret berasal dari sektor logistik.

“Terus kemudian yang akan datang ini yang kuartal pertama ini, perkiranya di Maret, itu di sektor logistik,” kata Betty kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/1). 

Terkait apakah terafiliasi konglomerat, ia enggan memberi tahu. Namun ia mengatakan perusahaan yang akan melantai di BEI pada kuartal kedua dan ketiga 2026 nantinya akan berhubungan dengan integrated system, yakni masuk di sektor teknologi. 

“Berikutnya kami ada yang Fast-moving consumer goods (FMCG) juga, consumer product,” ucapnya. 

Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan ada tujuh perusahaan calon emiten yang mengantre untuk mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) hingga saat ini.  

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat lima entitas dengan aset skala besar atau yang memiliki aset di atas Rp 250 miliar. Kemudian ada satu perusahaan dengan aset skala menengah, atau aset antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar dan satu perusahaan memiliki aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar. 

“Sampai dengan 15 Januari 2026, terdapat 7 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Nyoman dalam keterangannya dikutip Senin (19/1). 

 Adapun jika mengacu pada sektor usaha, calon emiten tersebut dari sektor material dasar, energi hingga keuangan.   Berikut calon perusahaan yang mengantre IPO berdasarkan sektornya: 

  • 1 perusahaan dari sektor material dasar 
  • 1 perusahaan dari sektor energi 
  • 2 perusahaan dari sektor keuangan  
  • 1 perusahaan dari sektor industri 
  • 1 perusahaan dari sektor technologi 
  • 1 perusahaan dari sektor transportation dan logistik

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...