Laba Bersih Jasa Marga Turun 19% Jadi Rp 3,65 T, Apa Faktor Pemberatnya?
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan laba bersih sebesar Rp 3,65 triliun sepanjang 2025. Torehan tersebut anjlok 19,42% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 4,53 triliun.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan JSMR tahun buku 2025, perseroan mencatatkan penurunan pendapatan mencapai 5,85% dari Rp 31,75 triliun pada 2024 menjadi Rp 29,89 triliun pada tahun 2025.
Menilik dari segmen pendapatan perseroan, JSMR mencatatkan kenaikan pendapatan tol menjadi Rp 18,15 triliun dari Rp 17,22 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). Pendapatan usaha lainnya menjadi Rp 1,65 triliun dari Rp 1,51 triliun secara yoy.
Penurunan terjadi pada pendapatan konstruksi dari Rp 13,02 triliun pada 2024 menjadi Rp 10,07 triliun pada 2025. Sementara itu, beban tol dan usaha lainnya dari perseroan meningkat menjadi Rp 8,08 triliun dari Rp 7,49 triliun secara tahunan, beban konstruksi tercatat sebesar Rp 10,02 triliun dari 12,94 triliun secara tahunan. Alhasil, total beban pokok pendapatan perseroan turun menjaid Rp 18,10 triliun dari Rp 20,44 triliun secara yoy.
Yang membuat laba perseroan rontok karena adanya peningkatan terhadap beban (manfaat) pajak penghasilan menjadi Rp 1,54 miliar dari Rp 157,65 miliar secara yoy. Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan menjadi Rp 3,65 triliun.
Imbasnya, laba per saham perseroan ikut turun menjadi Rp 504 per saham dari Rp 625 per saham.
Pada perdagangan saham hari ini, Jumat (6/3), harga saham JSMR turun 1,50% atau 50 poin ke level 3.290. Dalam tiga bulan terakhir, harga saham JSMR turun 3,80% dan merosot 9,12% secara tahunan.
