5 Pimpinan Baru OJK Disahkan, Intip Profil Wakil Ketua dan 3 Kepala Eksekutif

Karunia Putri
12 Maret 2026, 12:41
Calon anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (tengah), Agus Sugiarto (kanan), Hernawan Bekti Sasongko (kedua kiri), Ary Zulfikar (kiri), Hasan Fawzi (kedua kanan) bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan dengan Komisi XI DPR di Komplek
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar
Calon anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (tengah), Agus Sugiarto (kanan), Hernawan Bekti Sasongko (kedua kiri), Ary Zulfikar (kiri), Hasan Fawzi (kedua kanan) bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Komisi XI DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 10 calon Anggota Dewan Komisioner OJK yaitu Friderica Widyasari Dewi, Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Ary Zulfikar, Ha
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

DPR mengesahkan lima pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk masa jabatan 2026–2031. Posisi yang disetujui meliputi ketua, wakil ketua, serta tiga kepala eksekutif di lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut.

Adapun Komisi XI DPR menyetujui Friderica Widyasari Dewi sebagai ketua Dewan Komisioner OJK. Pengangkatannya berdasarkan hasil Rapat Paripurna ke-16 Masa Persidangan IV Tahun 2025-2026.

Dalam menjalankan tugasnya ke depan, Friderica bakal didampingi Hernawan Bekti Sasongko sebagai wakil ketua, serta Hasan Fawzi selaku kepala eksekutif (KE) pengawas pasar modal keuangan derivatif dan bursa karbon.

Sementara Adi Budiarso menjadi KE pengawas inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto (IAKD). Adapun Dicky Kartikoyono dipilih sebagai KE edukasi & perlindungan konsumen. 

Pengesahan dilakukan setelah Komisi XI DPR menggelar rapat internal seusai pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap para calon pimpinan OJK.

"Dapat disetujui?" tanya Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/3).

"Setuju," jawab peserta sidang.

Sebelum diamanatkan menakhodai OJK, Friderika atau akrab disapa Kiki menjabat sebagai KE pengawas perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan perlindungan konsumen OJK.

Kiki memiliki pengalaman panjang di pasar modal Indonesia dengan karier lebih dari satu dekade di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005. Kariernya di BEI mencapai puncak saat menjabat sebagai direktur pengembangan pasar pada periode 2009–2015. Setelah itu, Friderica melanjutkan karier di lembaga self-regulatory organization (SRO) lainnya. 

Ia menjabat direktur keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015–2016, kemudian dipercaya sebagai direktur utama KSEI pada 2016–2019. Kariernya berlanjut di industri pasar modal sebagai direktur utama BRI Danareksa Sekuritas pada periode 2020–2022.

Lantas bagaimana profil dan rekam jejak karir keempat pemimpin OJK lainnya?

Hasan Fawzi  

Hasan Fawzi resmi didapuk sebagai kepala eksekutif pengawas pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon OJK. Sebelum mengemban amanat tersebut, Hasan menjabat sebagai KE pengawas ITSK, aset keuangan digital dan aset kripto OJK. 

Merujuk laman resmi OJK, pria kelahiran Purwakarta 27 April 1970 itu berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988-1993 dan meraih gelar sarjana teknik. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya Université Pierre Mendès France, Grenoble dan meraih gelar MBA pada 2008. Ia juga menyandang gelar magister manajemen dari Universitas Indonesia. 

Hasan memulai karir di PT Kliring Depositori Efek Indonesia, kemudian bergabung dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Ia pernah menjabat direktur utama KPEI selama dua periode (2012–2018) serta direktur pengembangan BEI pada 2018–2022.

Hasan sebelumnya juga menjabat sebagai komisaris utama PT Pefindo Biro Kredit (2022–2023), komisaris utama dan independen PT RHB Sekuritas Indonesia (2022–2023), dan komisaris independen PT Merdeka Battery Materials Tbk (2023).

Hernawan Bekti Sasongko

Hernawan Bekti Sasongko bukanlah sosok daru di OJK. Dia adalah anggota Badan Supervisi OJK sejak 2023. Ia memiliki pengalaman panjang di bank sentral dan otoritas keuangan. Ia pernah menjadi senior economist Bank Indonesia New York pada 2003–2006. 

Hermawan juga menjabat kepala divisi/analis ekonomi senior Departemen Internasional Bank Indonesia pada 2010–2013 hingga deputi komisioner di OJK pada berbagai bidang strategis, termasuk internasional dan riset. 

Hernawan adalah lulusan Universitas Kristen Indonesia dan melanjutkan studi magister di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia.

Adi Budiarso

Adapun Adi Budiarso kini resmi menjadi KE pengawas IAKD OJK. Sebelumnya, dia menjabat sebagai direktur pengembangan perbankan, pasar keuangan, dan pembiayaan lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan.

Adi memulai karier sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan pada 1990. Ia pernah menjabat kepala Central Transformation Office (CTO) di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan periode 2014–2018.

Selain itu, ia menjadi sekretaris kerja Panitia Nasional Annual Meetings IMF–World Bank Group 2018 di Bali. Adi juga pernah menjabat kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral serta kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan di Badan Kebijakan Fiskal.

Adi meraih diploma IV dari STAN pada 1997. Ia kemudian memperoleh gelar master of accounting dari University of Southern California pada 2001 dan doctor of business administration dari University of Canberra pada 2014.

Dicky Kartikoyono

Terkahir, Dicky Kartikoyono akan membantu Friderica sebagai KE edukasi & perlindungan konsumen OJK. Sebelumnya, pria ini mengisi jabatan sebagai kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia sejak 2 Mei 2023. Dicky menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada 1994 dan melanjutkan studi magister di George Washington University dengan konsentrasi project management, lulus pada 1999. 

Berkarier di Bank Indonesia sejak 3 April 1995, Dicky sebelumnya menjabat kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola pada 2022–2023, kepala perwakilan Bank Indonesia London pada 2020–2022 serta pegawai setingkat direktur eksekutif di Kantor Perwakilan Bank Indonesia London.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...