Dividen Grup Astra UNTR, AALI, ASII, ASGR Kalahkan Bank Jumbo, Intip Besarannya
Sejumlah perusahaan Grup PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan akan menebar dividen final jumbo dari laba tahun buku 2025. Tak hanya itu, mayoritas dividen mengalahkan perbankan raksasa RI.
Terbaru PT United Tractors Tbk (UNTR) bakal membagikan dividen sebesar Rp 1.096 per saham. Dalam RUPS pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasi Rp 14,8 triliun, dengan sebagian dialokasikan sebagai dividen tunai. Perseroan menetapkan dividen sebesar Rp 1.663 per saham atau dengan total maksimal Rp 5,92 triliun.
Nilai tersebut telah memperhitungkan dividen interim sebesar Rp 567 per saham atau senilai Rp 2,06 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025 lalu. Alhasil sisa dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham tercatat sebesar Rp 1.096 per saham.
Dividen yang telah ditetapkan selanjutnya akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham per 28 April 2026 pukul 16.00 WIB sebagai recording date.
“Dan akan dibayarkan kepada pemegang saham perseroan pada 18 Mei 2026,” tulis manajemen dalam RUPST di Jakarta, Kamis (16/4).
Berikut dividen Grup Astra:
| No. | Perusahaan | Kode Emiten | Dividen Final per Saham | Tanggal Pembagian |
| 1. | PT Astra Agro Lestari Tbk | AALI | Rp 335 | 13 Mei 2026 |
| 2. | PT Astra Graphia Tbk | ASGR | Rp 221 | 13 Mei 2026 |
| 3. | PT United Tractors Tbk | UNTR | Rp 1.096 | 18 Mei 2026 |
| 4. | PT Astra International Tbk (baru mengusulkan) | ASII | Rp 292(baru mengusulkan) | Mei 2026 |
Kemudian Emiten perkebunan kelapa sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen final sebesar Rp 335 per lembar saham. Jumlahnya mencapai Rp 647 miliar atau 60% dari total laba bersih perusahaan sepanjang 2025. RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 881 miliar atau Rp 458 per lembar saham. Sebelumnya, pada 24 Oktober 2025 AALI telah membayarkan dividen interim sebesar Rp 236 miliar atau Rp 123 per lembar saham.
“Sisanya sebesar Rp 647 miliar atau Rp 335 per lembar saham akan dibayarkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham,” kata Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4).
DI samping itu, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) atau Astragraphia akan membagikan dividen hingga Rp 211 per saham. Perseroan menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 270,61 miliar dan saldo laba ditahan tahun buku 2024 sebesar Rp 54,43 miliar.
Dengan demikian, total dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 27 April 2026 sebesar Rp 241 per saham atau setara Rp 325,06 miliar. Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim tahun buku 2025. Sisanya dividen tunai sebesar Rp 211 per saham atau senilai Rp 284,59 miliar.
“Sehingga sisanya sebesar Rp 211 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp 284,59 miliar akan dibayarkan kepada pemegang saham ASGR pada tanggal 13 Mei 2026,” demikian hasil RUPS perusahaan, Rabu (15/4).
Namun, holding Grup Astra yakni PT Astra International Tbk (ASII) justru belum menyelenggarakan RUPST. Meski begitu raksasa otomotif itu mengusulkan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 292 per saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan atau RUPST 2026 pada Kamis (23/4) pekan depan.
Berdasarkan mata acara kedua rapat itu, Astra membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 32,77 triliun untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Dari laba tersebut, perseroan mengusulkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 390 per saham. Nilai itu sudah termasuk dividen interim Rp 98 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025.
“Sehingga, sisanya sebesar Rp 292 per saham akan dibayarkan pada Bulan Mei 2026,” demikian tertulis dalam laporan tersebut, Selasa (14/4).
Dividen Perbankan
Menariknya, dividen final grup Astra mayoritas di atas perbankan raksasa. Misalnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah membagikan dividen sebesar Rp 41 triliun kepada para pemegang saham.
Pembagian dividen final tahun buku 2025 itu dengan dividend payout ratio (DPR) 72%. Angka itu lebih tinggi dibandingkan 67,4% pada 2024. Adapun nilai dividen yang dibagikan setara dengan Rp 281 per saham yang mencerminkan dividend yield sekitar 4% berdasarkan harga saham BBCA pada perdagangan intraday hari ini di kisaran Rp 6.950 per saham.
Namun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) belum mengumumkan dividen sebab perusahaan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada Rabu, 29 April 2026.
Akan tetapi berdasarkan Stockbit Sekuritas dalam acara Closed Door Meeting bersama Bank Mandiri pada Senin (30/3), perseroan memberikan panduan payout ratio di kisaran 70–80%, meski keputusan final tetap berada di tangan pemegang saham.
Stockbit menilai dengan asumsi payout ratio mencapai 80%, dividen final tahun buku 2025 diperkirakan sebesar Rp 383 per saham, yang mencerminkan yield sekitar 8,1% dengan harga intraday di Rp 4.710 per saham pada Selasa (31/3).
Berikut dividen final perbankan raksasa RI:
| No. | Perusahaan | Kode Emiten | Dividen Final per Saham | Tanggal Pembagian |
| 1. | PT Bank Central Asia Tbk | BBCA | Rp 281 | 8 April 2026 |
| 2. | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | BBRI | Rp 209 | 8 Mei 2026 |
| 3. | PT Bank Mandiri Tbk | BMRI | - | - |
| 4. | PT Bank Negara Indonesia Tbk | BBNI | Rp 349 | 7 April 2026 |
