Ambisi INET Genggam Jaringan Fiber Optik Bawah Laut, Apa Rencana di Baliknya?

Nur Hana Putri Nabila
20 April 2026, 08:56
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus menggencarkan aksi korporasi hingga akuisisi baru demi menggenggam jaringan jaringan kabel fiber optik bawah laut (submarine cable). Tak hanya itu, perusahaan juga tengah menambah bisnis baru di bidang perdagangan telekomunikasi.

Baru-baru ini INET akan mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI). Akuisisi tersebut berupa investasi dengan penyertaan 180.000 lembar saham baru dengan harga transaksi sebesar Rp 1,55 juta per lembar saham. Dengan begitu total nilai investasi mencapai sekitar Rp 280,4 miliar atau setara dengan 65,33% dari total ekuitas INET.

“Transaksi penyertaan modal okepada SGI menyebabkan INET menjadi pengendali SGI dan menjadikan SGI menjadi salah satu entitas anak INET,” tulis manajemen di keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (20/4). 

PT Sarana Global Indonesia (SGI) merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang kontraktor telekomunikasi, khususnya penggelaran kabel fiber optik bawah laut melalui entitas anak usahanya.

INET menilai investasi ini sebagai langkah strategis demi memperkuat kapabilitas end-to-end dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, terutama jaringan kabel bawah laut. Kepemilikan dua kapal khusus penanaman kabel dinilai menjadi keunggulan operasional karena mampu mempercepat pembangunan jaringan, meningkatkan efisiensi biaya proyek, hingga pengendalian kualitas dan timeline secara lebih optimal.

Selain itu, investasi ini juga sejalan dengan strategi ekspansi INET dalam memperluas jaringan backbone, termasuk konektivitas antar pulau hingga internasional, seiring meningkatnya kebutuhan trafik data. Sinergi antara bisnis ISP dan kemampuan konstruksi infrastruktur laut juga membuka peluang pendapatan baru melalui penyediaan jasa instalasi kepada pihak ketiga.

“Transaksi ini tidak hanya meningkatkan daya saing INET, tetapi juga memperkuat posisi sebagai pemain terintegrasi di industri telekomunikasi nasional,” ungkap manajemen. 

Adapun SGI tercatat memiliki 99% saham di PT Jala Nusantara Mardika (JNM) atau sebanyak 12.375 lembar saham. Selanjutnya, JNM juga menguasai 99% saham di PT Nostag Nusantara Mardika (NNM) dengan total kepemilikan mencapai 999.999 lembar saham.

Tambah Kegiatan Usaha di Bidang Perdagangan Besar Telekomunikasi

Seiring dengan itu INET juga mengumumkan rencana besar untuk memperluas lini usahanya melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru, yakni 46523 perdagangan besar peralatan telekomunikasi.

Dalam menjalankan kegiatan usaha baru itu, INET memiliki alur operasional yang mencakup tahapan pengadaan (procurement), logistik masuk (inbound logistics), pergudangan (warehousing), pemenuhan pesanan (order fulfillment), distribusi (outbound logistics), hingga dukungan pasca penjualan (after-sales support).

Nantinya INET akan menjadi distributor perangkat telekomunikasi yang berfokus pada dua ekosistem utama, yakni Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Dengan model bisnis itu, INET tidak melakukan proses manufaktur, melainkan berfokus pada pengadaan, pengelolaan rantai pasok, penyimpanan, serta distribusi perangkat kepada pelanggan. 

Selain itu, Perseroan juga menyediakan solusi perangkat terintegrasi untuk mendukung kebutuhan infrastruktur jaringan. Berdasarkan kajian kelayakan pasar, proyeksi penetrasi internet di Indonesia yang diperkirakan mencapai 80,66% atau setara 229,4 juta pengguna pada 2025.

Selain itu, pergeseran preferensi masyarakat dari penggunaan data seluler ke WiFi rumah (fixed broadband) yang meningkat hingga 28,43% membuka peluang bagi pertumbuhan penjualan perangkat FTTH, seperti OLT, ONT, router, dan switch. Adapun Pulau Jawa, dengan tingkat penetrasi mencapai 84,69%.

“Namun kesenjangan akses di wilayah luar Jawa menunjukkan adanya ruang pertumbuhan jangka panjang bagi operator dan ISP yang menjadi target pelanggan utama INET,” tulis manajemen INET.

Manajemen INET mengatakan potensi pasar perusahaan masih terbuka lebar, seiring dominasi layanan fixed broadband yang mencapai sekitar 78% dalam industri ISP. Kondisi ini secara langsung mendorong permintaan perangkat infrastruktur jaringan tetap.

Adanya sekitar 300 perusahaan ISP di Indonesia dengan konsentrasi terbesar di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, menjadi basis pelanggan potensial yang membutuhkan pasokan perangkat telekomunikasi secara berkelanjutan. Selain itu, layanan alternatif seperti satellite broadband dan fixed wireless access (FWA) juga membuka peluang bagi Perseroan untuk memasarkan perangkat CPE, khususnya untuk wilayah pedesaan dan terpencil.

Perseroan juga menerapkan strategi diversifikasi pasar dengan menyasar operator telekomunikasi, instansi pemerintah dalam program digitalisasi, hingga sektor korporasi dan properti. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sekaligus menjaga stabilitas pendapatan jangka panjang.

Dalam pengembangan bisnisnya, INET menargetkan sejumlah segmen utama, antara lain operator telekomunikasi sebagai pengguna perangkat radio access network (RAN) dan backbone, ISP sebagai pengguna perangkat fiber to the home (FTTH) dan CPE, serta penyedia layanan FWA. 

Selain itu, Perseroan juga membidik instansi pemerintah serta segmen korporasi dan kawasan properti, termasuk pengembang perumahan dan kawasan industri.

Dari sisi kinerja, INET memproyeksikan tambahan laba bersih dari bisnis baru ini sebesar Rp 4,66 miliar pada 2026, meningkat menjadi Rp 9,23 miliar pada 2027. Kemudian sebesar Rp 11,67 miliar pada 2028, Rp 14,60 miliar pada 2029, hingga mencapai Rp 15,72 miliar pada 2030.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...