Di Balik Aksi Grup Bakrie (DEWA) Cari Dana Jumbo dari IPO Tambang Emas di Aceh

Nur Hana Putri Nabila
20 April 2026, 15:22
Darma Henwa
Darma Henwa
Darma Henwa
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tengah berencana menyiapkan aksi korporasi baru demi mencari dana jumbo lewat tambang emas dan tembaga di Aceh. Demi meluncurkan aksi itu, Grup Bakrie akan mencari modal jumbo lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources (GMR). 

Direktur dan Corporate Secretary Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi, menyampaikan bahwa dalam rangka pengembangan kegiatan usaha GMR ke depan, DEWA memperkirakan akan membutuhkan investasi besar dan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan eksternal. Meski begitu, ia menyebut saat ini GMR masih berada pada tahap eksplorasi.

Pengembangan menuju tahap komersial merupakan rencana strategis jangka panjang DEWA yang masih dalam kajian internal, termasuk terkait besaran investasi maupun sumber pendanaannya.

“Salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam sumber pendanaan adalah penawaran umum perdana (IPO) saham, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tulis Mukson dalam keterbukaan informasi BEI seperti dikutip Senin (20/4). 

Mukson juga mengatakan DEWA juga mengkaji sejumlah opsi sumber pendanaan yang tersedia namun tidak terbatas pada IPO. Sampai saat ini, kata Mukson, belum terdapat keputusan maupun langkah konkret terkait pelaksanaan IPO GMR. 

Seluruh opsi pendanaan masih dalam tahap kajian internal dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang relevan. Terkait target waktu untuk IPO, DEWA juga masih mengkaji berbagai opsi termasuk kebutuhan pendanaan untuk pengembangan GMR.

Prospek Jangka Panjang DEWA

Direktur DEWA, Ricardo Silaen sebelumnya mengatakan perseroan tengah menyiapkan pengembangan Gayo Mineral dalam jangka menengah hingga panjang. Salah satu opsi pendanaan yang dipertimbangkan adalah melalui IPO, seiring kebutuhan dana untuk ekspansi dan monetisasi aset. 

“Salah satu metode untuk bisa mengembangkan kita butuh funding, monetisasi tentu saja IPO adalah salah satu opsi yang megang kita pertimbangkan,” ujar Ricardo dalam siaran YouTube Samuel Sekuritas bertajuk Prospek DEWA hingga IPO Anak Usaha, dikutip Jumat (10/4). 

Ricardo menjelaskan, Gayo Mineral merupakan aset eksplorasi dengan izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi seluas sekitar 34.550 hektare. Perseroan telah melakukan kegiatan pengeboran (drilling) di sejumlah titik prioritas, salah satunya di area Tengkereng Atas. 

Berdasarkan hasil eksplorasi tersebut, DEWA telah melakukan penilaian aset oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hasilnya, nilai bruto (gross valuation) Gayo Mineral tercatat sekitar Rp 7 triliun. Setelah dikurangi biaya akuisisi, liabilitas dan penyesuaian aset, perseroan membukukan nilai negatif goodwill sekitar Rp 4,5 triliun.

Dia mengungkapkan, prospek Gayo Mineral dinilai menarik, terutama karena komoditas emas tengah mengalami kenaikan harga signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam meningkatkan nilai aset dan daya tarik bagi investor. 

Merujuk profil usaha perseroan, Gayo Mineral merupakan anak usaha DEWA sejak 2021 dengan kepemilikan saham sebesar 99,75%. Perusahaan ini berfokus pada produksi emas, tembaga dan mineral lainnya yang berlokasi di Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues Aceh. Saat ini, Gayo Mineral tengah mengembangkan proyek tambang tembaga bawah tanah. 

Dalam 12 bulan terakhir, kegiatan eksplorasi difokuskan pada dua prospek utama, yakni Tengkereng Atas dan Tengkereng Bawah. Tengkereng Atas menunjukkan indikasi sistem epitermal sulfidasi tinggi melalui zona alterasi yang kuat, sedangkan Tengkereng Bawah mengindikasikan potensi mineralisasi tipe porfiri atau urat berdasarkan kontrol struktural dan keberadaan urat kuarsa-sulfida. 

Sepanjang 2025, DEWA meraup laba bersih Rp 4,30 triliun atau terbang 7.697% secara tahunan (YoY) sepanjang 2025. Padahal, pada 2024 laba emiten pertambangan itu tercatat hanya Rp 55,23 miliar.   

Berdasarkan laporan keuangannya, DEWA membukukan pendapatan sebesar Rp 6,39 triliun sepanjang 2025. Torehan itu naik 5,98% YoY dari periode yang sama sebelumnya Rp 6,03 triliun. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...