Geliat RAJA Bangun Pipa BBM hingga Akuisisi Blok Migas, Laba Naik 14%

Nur Hana Putri Nabila
5 Mei 2026, 13:21
Investasi Saham adalah
Pexels
Investasi Saham adalah
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan membangun infrastruktur pipa bahan bakar minyak (BBM) yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda dengan target konstruksi pada kuartal ketiga 2026. 

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi menyampaikan proyek ini diharapkan dapat memperkuat jaringan distribusi energi di Kalimantan Timur. Djauhar juga berkomitmen bahwa perusahaan akan mendukung pertumbuhan berkelanjutan pada segmen midstream.

“Perseroan akan melanjutkan berbagai inisiatif strategis demi memperkuat fondasi pertumbuhan jangka menengah dan panjang,” ucap Djauhar dalam keterangannya, dikutip Selasa (5/5). 

Apabila menilik kinerja keuangannya hingga kuartal pertama 2026, laba bersih RAJA melonjak sebesar 14% yoy menjadi US$ 10,5 juta, dari US$ 9,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Djauhar mengatakan torehan ini didorong dari kontribusi dari lini bisnis midstream, khususnya jasa penyewaan gas compression plant di Sengkang, Sulawesi Selatan. Lalu laba perusahaan juga ditopang dari kontribusi pendapatan lain-lain (non-operating income). Terutama yang berasal dari investasi RAJA pada bisnis Engineering, Procurement, Construction & Installation (EPCI) dan sektor shipping melalui grup Hafar. 

“Capaian ini menegaskan bahwa strategi diversifikasi portofolio usaha telah berjalan efektif sebagai penopang kinerja keuangan di tengah tantangan operasional pada lini bisnis inti,” ungkapnya. 

Meskipun begitu, perusahaan pun mengaku menghadapi tekanan pada sisi pendapatan akibat gangguan operasional pada lini bisnis midstream dan downstream. Pendapatan RAJA pada kuartal pertama 2026 tercatat sebesar US$ 55,3 juta atau turun 16% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 66,1 juta. 

Penurunan kinerja dipicu insiden pada jalur pipa gas di wilayah Pekanbaru yang berdampak pada bisnis midstream dan downstream perseroan. Mitra perusahaan menetapkan kejadian tersebut sebagai kondisi force majeure sehingga terjadi penyesuaian sementara terhadap volume penyaluran gas ke pelanggan.

Djauhar menyebut kondisi ini justru menunjukkan strategi diversifikasi yang dijalankan mampu menjaga ketahanan kinerja di tengah tekanan operasional. Adapun kedepannya perseroan akan memperkuat bisnis inti, mengembangkan infrastruktur energi, hingga mendorong ekspansi strategis di sektor hulu dan hilir untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Selain itu, melalui entitas anak usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), RAJA tengah merampungkan akuisisi SMS Development Limited yang memiliki participating interest di Blok Madura Strait. Transaksi ini ditargetkan mulai berkontribusi terhadap kinerja konsolidasi pada kuartal II 2026.

Di sisi lain, perseroan juga menyelesaikan tahap akhir akuisisi participating interest pada salah satu blok migas di kawasan Indonesia Timur, yang diharapkan memperkuat eksposur bisnis baik di segmen hulu maupun hilir.

“Investasi ini ditargetkan dapat direalisasikan pada Kuartal II 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat portofolio energi terintegrasi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” ucap Djauhar.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...