Geliat ARCI Ekspansi Tambang Emas hingga Bidik Produksi Naik 15%, Cek Prospeknya
Emiten tambang emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCHI) bersiap memperluas operasinya melalui ekspansi penambangan emas bawah tanah di proyek Toka Tindung, Sulawesi Utara.
Tambang emas yang dikelola melalui anak usaha PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) itu merupakan salah satu tambang emas terbesar di Sulawesi Utara.
Toka Tindung berlokasi sekitar 35 kilometer di timur laut Manado dan saat ini beroperasi menggunakan metode tambang terbuka (open pit). Area operasionalnya mencakup Toka Tindung di Koridor Timur (Eastern Corridor), serta Araren dan Kopra di bagian selatan koridor tersebut.
Manajemen ARCI menyebut hingga kini perusahaan baru mengeksplorasi kurang dari 10% dari total area konsesi. Sejak 2020, perseroan mulai melakukan eksplorasi di Koridor Barat (Western Corridor) yang dinilai memiliki potensi cadangan bijih tinggi.
Perseroan juga memiliki pabrik pengolahan dengan kapasitas terpasang sebesar 3,6 juta ton per tahun. Kapasitas ini ditargetkan meningkat menjadi 8 juta ton per tahun.
Proyek tersebut masuk salah satu dari lima fokus bisnis utama yang akan digencarkan ARCI tahun ini. Berdasarkan materi paparan publik perseroan, manajemen ARCI menyampaikan fokus bisnis pertama, perusahaan menargetkan pertumbuhan produksi emas minimal 15% tahun ini.
Kedua, meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun guna mendongkrak kapasitas produksi dan meningkatkan tingkat perolehan emas.
“Serta memaksimalkan nilai sekarang bersih (NPV) dengan konstruksi dijadwalkan dimulai pada semester pertama tahun ini” tulis manajemen ARCI dalam paparan publik dikutip Selasa (5/5).
Ketiga, perseroan akan memperluas penambangan bawah tanah di proyek Toka Tindung dengan memulai pengembangan peluang tambang bawah tanah baru di Marawuwung.
Keempat, ARCI akan mengidentifikasi area baru yang berpotensi mengandung emas melalui intensifikasi eksplorasi, termasuk studi geofisika, pengeboran terarah, dan pendalaman kajian geologi.
Kelima, perusahaan mendorong strategi pertumbuhan seimbang dengan memadukan ekspansi organik dan peluang anorganik yang terarah.
Laba ARCI Melonjak 189% Jadi Rp 506 Miliar Kuartal I
Sejalan dengan rencana ekspansi tersebut, kinerja keuangan ARCI pada kuartal pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$ 29,79 juta atau setara Rp 506,27 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.993 per dolar AS). Angka ini melonjak 189% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 10,28 juta.
Pendapatan ARCI juga meningkat menjadi US$ 136,90 juta, dari US$ 90,77 juta pada kuartal I 2025. Seluruh pendapatan tersebut berasal dari penjualan domestik.
Sementara itu, EBITDA perseroan tercatat sebesar US$ 63 juta. Dari sisi neraca, total aset ARCI mencapai US$ 1,06 miliar, dengan total liabilitas sebesar US$ 668,26 juta.
