5 Calon Emiten Siap IPO pada Juli 2026, BACH dan PRDL Tawarkan Valuasi Termurah
Sebanyak lima perusahaan bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026 melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Kelima calon emiten tersebut berasal dari berbagai sektor usaha dengan target penghimpunan dana dan valuasi yang beragam.
Di antara calon emiten tersebut, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Perdanadi Tbk (PRDL) menawarkan valuasi paling murah dengan rasio harga terhadap laba (P/E) sekitar 10-13 kali, sementara PT JECX Tbk menjadi emiten dengan valuasi tertinggi hingga 61,7 kali.
Berdasarkan prospektus awal yang dihimpun Stockbit Research, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi salah satu calon emiten yang menawarkan saham terbesar, yakni sebanyak 615 juta saham atau setara 15,06% modal setelah IPO. Perusahaan yang terafiliasi Grup Djarum itu menawarkan saham pada kisaran harga Rp400-Rp500 per saham.
Dengan rentang harga tersebut, BACH diperkirakan memiliki valuasi price to earnings (P/E) ratio sebesar 10,5 hingga 13,1 kali dan price to book value (P/BV) 2,1 hingga 2,4 kali. Kapitalisasi pasarnya setelah IPO diperkirakan berada di kisaran Rp1,63 triliun hingga Rp2,04 triliun.
Dari sisi kinerja, Bach Multi Global mencatat pertumbuhan pendapatan (revenue growth) sebesar 40% pada tahun buku 2025. Sementara laba bersihnya melonjak 98% dibandingkan periode sebelumnya.
| Emiten | Saham Ditawarkan | Harga IPO | Market Cap |
| JELI | 350 juta | Rp900-1.120 | Rp1,215-1,512 triliun |
| JECX | 488 juta | Rp1.200-1.400 | Rp3,904-4,555 triliun |
| BACH | 615 juta | Rp400-500 | Rp1,633-2,042 triliun |
| EMMI | 523 juta | Rp446-515 | Rp777-898 miliar |
| PRDL | 523 juta | Rp100-120 | Rp174-209 miliar |
Calon emiten lain yang juga mencuri perhatian adalah PT Cipta Sarana Medika Tbk (EMMI). Perusahaan menawarkan 523 juta saham atau 30% modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga Rp446-Rp515 per saham.
EMMI diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp777 miliar hingga Rp898 miliar. Kinerja perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan pendapatan naik 18% dan laba bersih melesat 210% pada tahun buku 2025.
Sementara itu, PT Jecx atau JECX menjadi calon emiten dengan rasio valuasi tertinggi di antara lima perusahaan yang akan IPO pada Juli 2026.. Perusahaan menawarkan 488 juta saham atau 15% modal setelah IPO pada harga Rp1.200-Rp1.400 per saham. Dengan rentang tersebut, valuasi P/E JECX mencapai 52,9 hingga 61,7 kali dan kapitalisasi pasar diperkirakan mencapai Rp3,9 triliun hingga Rp4,55 triliun.
Adapun PT Jeli (JELI) menawarkan 350 juta saham atau 25,93% modal dengan harga Rp900-Rp1.120 per saham. Kapitalisasi pasar emiten ini diperkirakan berada pada kisaran Rp1,21 triliun hingga Rp1,51 triliun.
Meski pendapatan JELI turun 4% sepanjang tahun buku 2025, laba bersih perusahaan justru melonjak 202%.
Sementara itu, PT Perdanadi atau PRDL menawarkan 523 juta saham atau 30% modal dengan harga Rp100-Rp120 per saham. Emiten ini menjadi perusahaan dengan valuasi paling murah di antara lima calon emiten tersebut, dengan P/E ratio berkisar 10,3 hingga 12,3 kali serta estimasi kapitalisasi pasar Rp174 miliar hingga Rp209 miliar.
Dari sisi kinerja, PRDL membukukan pertumbuhan pendapatan 27% dan kenaikan laba bersih 70% pada 2025.
Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam prospektus awal, tiga emiten yakni JELI, JECX, dan BACH dijadwalkan melaksanakan masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026 dan mencatatkan saham di BEI pada 7 Juli 2026. EMMI akan melantai pada 8 Juli 2026, sedangkan PRDL dijadwalkan tercatat pada 9 Juli 2026.
Secara umum, mayoritas calon emiten yang akan IPO pada Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang kuat. Namun dari sisi valuasi, investor diperkirakan akan mencermati perbedaan harga yang cukup lebar, mulai dari P/E sekitar 10 kali pada BACH dan PRDL hingga lebih dari 60 kali pada JECX.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.
