Intip Persiapan IPO Pancasakti Group, Target Masuk Papan Utama BEI

Image title
27 Juni 2026, 15:12
Pancasakti
Katadata/Fauza Syahputra
CEO sekaligus Presiden Direktur Pancasakti Group, Suwandy Tasmadi (keempat dari kiri), saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers Pancasakti Run 2026 di Jakarta, Sabtu (27/6).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pancasakti Group terus mematangkan berbagai persiapan internal menjelang rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Persiapan itu tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga penguatan tata kelola perusahaan, keberlanjutan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

CEO sekaligus Presiden Direktur Pancasakti Group, Suwandy Tasmadi mengatakan, perusahaan saat ini tengah memperkuat fondasi bisnis melalui penerapan prinsip business continuity (BCT); environmental, social, and governance (ESG), serta; peningkatan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi.

"Selain melalui berbagai event, tentu saja kami banyak melakukan persiapan internal di dalam perusahaan kami, terutama dari sisi BCT, kemudian ESG. Intinya adalah transparansi, bagaimana bisnis kami dapat terus berkesinambungan, kemudian membangun confidence melalui kepatuhan terhadap berbagai peraturan," ujar Suwandy dalam konferensi pers Pancasakti Run 2026 di Jakarta, Sabtu (27/6).

Ia menuturkan, perusahaan juga terus mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh dan memiliki kompetensi yang terus dikembangkan sebagai salah satu modal utama menuju perusahaan terbuka. "Itu akan menjadi modal kami ketika siap IPO," katanya.

Di sisi ekspansi bisnis, Pancasakti Group berkomitmen memperluas jaringan operasional dengan membuka lebih banyak cabang di berbagai daerah di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar perusahaan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Mengenai target IPO, Suwandy mengungkapkan, dia baru saja mengikuti IPO Bootcamp yang diselenggarakan pengusaha nasional Sandiaga Uno. Berdasarkan simulasi menggunakan perangkat lunak analisis yang memproses laporan keuangan perusahaan Tahun Buku 2025, Pancasakti Group diproyeksikan berpotensi melantai di papan utama BEI.

"Dari software yang digunakan dengan memasukkan data laporan Keuangan Tahun 2025, hasilnya kami sudah berada di papan utama," jelasnya.

Kendati demikian, ia menegaskan proyeksi tersebut masih bersifat awal. Karena itu, pihaknya akan menunggu hasil penghitungan lebih lanjut oleh para profesional yang menangani proses IPO.

"Target valuasinya mungkin di kisaran Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun berdasarkan software tersebut. Namun tentu semuanya nanti akan dihitung kembali oleh pihak yang memang ahli," tuturnya.

Dana hasil IPO akan difokuskan untuk mendukung pengembangan investasi, khususnya dalam memperkuat industri kimia nasional. Suwandy menilai, pengembangan industri kimia dan bahan baku farmasi menjadi salah satu fondasi penting bagi Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Kalau kita bicara Indonesia Emas 2045, artinya Indonesia harus menjadi negara maju. Salah satu syarat negara maju adalah memiliki industri kimia yang kuat," kata dia.

"Saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada impor, terutama untuk produk kimia dan bahan obat-obatan. Kami ingin mengembangkan lebih banyak industri kimia di Indonesia agar ketergantungan terhadap impor bisa dikurangi. Itu menjadi cita-cita kami."

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...