Kabar IPO Produsen Obat Combiphar Mencuat, Ini Kata Manajemen

Karunia Putri
28 Juli 2026, 19:03
IPO
Combiphar
Logo Combiphar (ilustrasi).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kabar mengenai rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Combiphar mencuat ke publik. Sinyal tersebut muncul seiring Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada dua perusahaan sektor kesehatan yang berada dalam pipeline pencatatan saham perdana.

Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, Combiphar dikabarkan menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp 500 miliar melalui IPO dan membidik pencatatan saham di BEI pada Oktober 2026. Namun, saat dikonfirmasi mengenai rencana tersebut, manajemen Combiphar belum memberikan kepastian soal rencana IPO dan target dana yang hendak dihimpun itu.

"Saat ini kami belum memiliki informasi atau pengumuman resmi yang dapat kami sampaikan," ujar manajemen Combiphar kepada Katadata.co.id, Selasa (28/7).

Manajemen menuturkan, apabila terdapat keputusan resmi mengenai aksi korporasi tersebut, informasi akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

PT Combiphar adalah perusahaan farmasi nasional yang berdiri pada 1971 dan berkantor pusat di Office 8, SCBD, Jakarta. Perseroan memproduksi dan memasarkan lebih dari 200 produk obat resep maupun obat bebas dengan sejumlah merek yang dikenal luas seperti OBH Combi dan Insto.

Dalam perjalanan bisnisnya, Combiphar terus memperluas skala usaha, mulai dari memperoleh sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP) hingga menjalin kemitraan dengan perusahaan di 19 negara.

Perseroan juga memperkuat portofolio bisnis melalui sejumlah aksi korporasi. Pada 2015, Combiphar mengakuisisi merek Insto dan Eye Mo dari GlaxoSmithKline (GSK) sekaligus membangun pabrik biosimilar di Cikarang. Ekspansi pasar kemudian berlanjut ke Filipina, Singapura, Malaysia, Kamboja, Hong Kong dan Makau.

Selain itu, Combiphar mengakuisisi Air Mancur Group untuk memperkuat bisnis kesehatan konsumen serta memperluas portofolio produknya. Perseroan juga mulai memproduksi secara komersial obat tetes mata Insto dari fasilitas manufaktur barunya di Cikarang.

Langkah ekspansi berlanjut dengan akuisisi saham PT Simba Indosnack Makmur yang menandai diversifikasi bisnis perusahaan di luar sektor farmasi.

Berdasarkan pipeline IPO yang disampaikan bursa pada 17 Juli 2026, masih terdapat empat calon emiten yang akan mencatatkan saham perdana di BEI. Dua emiten berasal dari sektor kesehatan, satu emiten di sektor material dasar, serta sisanya di sektor konsumer bukan siklikal. 

Di antara perusahaan itu, ada dua perusahaan berskala besar dengan aset di atas 250 miliar. Sementara sisanya merupakan perusahaan dengan aset kecil Rp di bawah 50 miliar. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...