Kabar Baru Samuel Sekuritas: Bersiap Bawa IPO 5 Emiten Tahun Ini, Kapan Listing?

Karunia Putri
31 Juli 2026, 09:48
Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI)
vecteezy.com/ecaterina tolicova
Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Samuel Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan target membawa lima perusahaan mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026. Kendati demikian, realisasi target tersebut masih bergantung pada kesiapan calon emiten dan kondisi pasar.

Managing Director of Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan, pipeline IPO perseroan masih berjalan sesuai rencana. Dia mengatakan pihaknya berusaha agar target tersebut benar-benar terealisasi tahun ini.

Saat ini, sejumlah perusahaan masih berada dalam tahap persiapan dan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Beberapa perusahaan masih berada pada tahap persiapan dan koordinasi dengan para pihak terkait," kata Harry kepada Katadata.co.id, dikutip Jumat (30/7).

Kendati demikian, Harry mengatakan pihaknya belum dapat mengungkapkan perusahaan mana yang akan melantai di bursa dalam waktu dekat. Seluruh informasi baru dapat disampaikan setelah ada pengumuman resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami belum dapat menyampaikan detailnya sebelum terdapat pengumuman resmi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Sebelumnya, Samuel Sekuritas menargetkan membawa lima perusahaan IPO pada 2026. Kelima calon emiten tersebut berasal dari sektor keuangan, farmasi, ritel komoditas serta teknologi atau elektronik.

Target tersebut disampaikan pada Januari lalu, sebelum pasar modal Indonesia mengalami koreksi dalam karena peringatan dari pengelola indeks global, MSCI. Meski kondisi pasar kini masih berada dalam tren turun, Samuel Sekuritas memilih tidak merevisi target tersebut.

Sepanjang tahun berjalan, baru enam perusahaan yang melantai di BEI. Jumlah itu turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 18 emiten baru.

Meski begitu, Harry menilai minat perusahaan untuk melaksanakan IPO belum surut. Menurut dia perusahaan saat ini tengah mencari waktu yang tepat untuk mencatatkan saham sembagi mencari strategi terbaik untuk melantai di bursa.

"Kami melihat beberapa calon emiten memang mengambil pendekatan wait and see," kata Harry.

Menurut dia, di tengah fluktuasi pasar serta berbagai penyesuaian regulasi dan transformasi di pasar modal, banyak calon emiten memilih bersikap wait and see. Mereka menunggu momentum yang dinilai lebih tepat agar valuasi dan proses penawaran saham dapat berlangsung optimal.

Harry menambahkan keputusan menunda IPO umumnya merupakan pertimbangan bisnis masing-masing perusahaan, bukan semata-mata dipengaruhi oleh evaluasi maupun transformasi yang dilakukan BEI.

"Faktor kondisi pasar, kesiapan kinerja perusahaan, valuasi, serta momentum industri juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan waktu pelaksanaan IPO," ujarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...