Aksi Baru Emiten Nagita-Raffi Ahmad (RANS) dan Mayora (MYOR), Apa Skenarionya?

Nur Hana Putri Nabila
10 Agustus 2026, 18:31
(kiri ke kanan) Presiden Direktur PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir, Pendiri Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Founder RANS Raffi Ahmad, Direktur Utama RANS Nagita Slavina, dan Direktur Penilaian Perusahaan PT Burs
ANTARA FOTO/ Muhammad Heriyanto/sth
(kiri ke kanan) Presiden Direktur PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir, Pendiri Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Founder RANS Raffi Ahmad, Direktur Utama RANS Nagita Slavina, dan Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin menyaksikan layar pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/07/2026). PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) res
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten milik selebritis pasangan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melakukan aksi korporasi baru. 

RANS menggandeng Mayora dalam kerja sama pengembangan Intellectual Property (IP) dan bisnis hiburan, mulai dari live entertainment, musik, festival, hingga family experience. Kerja sama itu salah satunya lewat RANS Carnival dan Cipungland di Lombok.

Adapun RANS Carnival mengusung konsep pertunjukan musik, aktivitas komunitas, dan hiburan, sekaligus melibatkan pelaku UMKM serta ekonomi kreatif lokal. Sementara Cipungland akan menjadi wahana bermain dan edukasi untuk keluarga.

RANS berharap dengan adanya aksi baru di Lombok juga membuka peluang bagi pelaku usaha dan pekerja kreatif lokal. Selain itu, aktivitas hiburan tersebut berpotensi mendorong pergerakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, mengatakan kerja sama dengan Mayora dibangun dari kesamaan karakter bisnis kedua perusahaan. Menurutnya, RANS selama ini mengembangkan bisnis di bidang hiburan dengan menyasar masyarakat secara luas melalui berbagai kegiatan entertainment.

Di sisi lain, Mayora memiliki bisnis utama di sektor fast moving consumer goods (FMCG) dengan produk yang dekat dengan keseharian konsumen Indonesia. Nagita menyebut kesamaan dalam menjangkau masyarakat luas tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan kerja sama antara RANS dan Mayora.

Nagita mengatakan Mayora juga telah menjadi salah satu mitra merek RANS sejak awal perusahaan tersebut berdiri.

“Sebagai salah satu brand partner pertama sejak awal RANS berdiri, Mayora senantiasa hadir mendampingi RANS dalam berbagai langkah di seluruh Indonesia,” ucap Nagita di Jakarta, Senin (10/8).

Global Marketing Director Mayora Group, Ricky Afrianto, mengatakan kemitraan Mayora dan RANS telah berjalan sejak 2019. Menurutnya, kerja sama itu berangkat dari kesamaan target kedua perusahaan untuk menjangkau keluarga Indonesia.

Ia mengatakan kolaborasi ini tidak hanya berkaitan dengan penguatan merek produk Mayora, tetapi juga integrasi perusahaan dalam industri kreatif dan kegiatan ekonomi di berbagai daerah.

Dalam kerja sama tersebut, RANS dan Mayora juga didukung LINK Group International sebagai mitra di bidang marketing dan media network. Ricky menilai keterlibatan LINK Group International menjadi bagian dari kolaborasi yang telah berlangsung konsisten antara RANS dan Mayora di industri kreatif nasional.

Group CEO, LINK Group International  Irsan Yapto, mengatakan LINK Group telah hadir sejak awal dan menyaksikan RANS bertransformasi menjadi posisi strategis yang kokoh di industri kreatif Indonesia. Sebagai independent marketing & media agency network, peran perusahaan adalah menyelaraskan strategi pemasaran dan komunikasi antara RANS dan Mayora. 

 “Sehingga cerita kemitraan ini, yang telah konsisten terjalin sejak 2019, dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan dampak yang semakin nyata,” ujar Irsan.

Dana IPO RANS

PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya lewat aksi initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7). Perseroan menjadi emiten ketujuh yang melantai di BEI sepanjang 2026. 

Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. RANS menetapkan harga teratas untuk IPO, yaitu Rp 170 per saham dan menghimpun dana segar hingga mencapai Rp 429,25 miliar.

Apabila menilik rencana usai IPO, RANS berencana menggunakan dana segar itu untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian dana, yakni sekitar 6,98% akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).  

Selain itu, sekitar 18,64% dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland yang menjadi salah satu proyek pengembangan bisnis. Porsi terbesar lainnya, yakni sekitar 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.  

Di sisi lain, sekitar 8,15% dana IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI). Kemudian, sekitar 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina).  

Adapun sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak RNS demi mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan bisnis perusahaan.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...