Rencana Besar Astra (ASII) di Balik Akuisisi Jumbo Saham AUTO, Pertajam Bisnis?

Karunia Putri
1 September 2026, 06:07
Menara Astra yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kav 5-6, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
ASII
Menara Astra yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kav 5-6, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) berencana menggelar penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer atas saham anak usahanya di bidang otomotif yaitu PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Harga penawaran yang ditetapkan ASII lebih tinggi 6% dari harga saham AUTO sebelum pengumuman itu disampaikan.

ASII berencana membeli sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham AUTO atau setara 4,94% dari total sahamnya yang beredar dengan hatga tender Rp 3.600 per saham. Jika rencana ini terlaksana kepemilikan saham ASII di AUTO akan bertambah dari 80% sata ini menjadi 84,947% dengan dana sekitar Rp 858,4 miliar dari kas internal. 

“Pelaksanaan Penawaran Tender Sukarela tunduk pada diperolehnya pernyataan efektif dari OJK,” kata Direktur & Corporate Secretary Sophie Handili dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (31/8).

Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (28/8), saham AUTO ditutup melonjak 9,68% ke Rp 3.400. Sementara itu, pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (31/8), harga saham AUTO terpantau masih melesat 10,97% ke Rp 3.440.

Seiring dengan langkah korporasi tersebut, ada aksi besar yang disiapkan oleh ASII. Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo menyatakan, penawaran tender sukarela yang akan dilaksanakan itu mencerminkan keyakinan Astra terhadap fundamental bisnis AUTO yang kuat dan tangguh, kemampuan menghasilkan arus kas yang baik, serta prospek pertumbuhan jangka panjang. 

“Sebagaimana disebutkan dalam keterbukaan informasi Astra pada tanggal 31 Agustus 2026, Astra berkomitmen untuk mendukung perkembangan kegiatan usaha AUTO,” ujar Windy kepada Katadata.co.id, Senin (31/8).

Selepas aksi ini, Windy menyatakan ASII masih berkomitmen untuk mengembangkan bisnis anak usahanya.

“Astra berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan kegiatan usaha AUTO,” kata dia. 

Ketika ditanya apakah ada aksi korporasi yang sedang disiapkan ASII selanjutnya, Windy menyatakan setiap aksi korporasi akan disampaikan sesuai dengan ketentuan dan waktu yang berlaku. 

Namun lebih rinci, dia mengatakan Astra ke depannya memang akan menajamkan fokus pada tiga Core Businesses yang berkontribusi sebesar 90% terhadap laba, yaitu otomotif, jasa keuangan serta solusi pertambangan dan alat berat.

Prospek Saham AUTO

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas nafan Aji Gusta Utama menyatakan, aksi yang dilakukan ASII untuk mempertebal kepemilikannya di AUTO dinilai cukup strategis. Langkah ini menunjukkan ASII kian percaya terhadap prospek fundamental anak usahanya AUTO. 

“Saya melihat aksi ini lebih tepat dipandang sebagai penguatan strategic ownership ketimbang sekadar aksi korporasi jangka pendek. Dengan kepemilikan yang semakin besar, ASII akan memperoleh porsi yang lebih besar atas pertumbuhan laba AUTO ke depan,” ujar Nafan kepada Katadata.co.id, Senin (31/8). 

Apalagi tambah Nafan, fundamental AUTO dinilai memang sedang cukup kuat. Pada semester pertama 2026 pendapatan naik 13,2% menjadi Rp 10,85 triliun dan laba bersih melonjak 22,6% menjadi Rp 1,16 triliun. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja bisnis manufaktur dan perdagangan, termasuk peningkatan permintaan komponen dari segmen original equipment manufacturer (OEM).

Nafan menilai aksi tender offer ASII juga memiliki keterkaitan strategis dengan perubahan struktur kepemilikan AUTO setelah Jardine keluar. Namun, menurut dia, langkah tersebut tidak bisa serta-merta diartikan sebagai konsekuensi langsung dari keluarnya Jardine.

“Yang jelas, struktur kepemilikan AUTO sekarang sudah berada di bawah ASII, dan tender offer ini memperlihatkan Astra ingin semakin memperkuat kontrol ekonominya atas AUTO,” katanya.

ASII juga telah menegaskan bahwa tender offer tersebut tidak ditujukan untuk melakukan delisting maupun membawa AUTO menjadi perusahaan tertutup atau go private. Karena itu, Nafan melihat aksi tersebut sebagai bagian dari kelanjutan konsolidasi bisnis otomotif Astra untuk menangkap potensi pertumbuhan AUTO dalam jangka menengah dan panjang.

Selain pertumbuhan laba yang solid, AUTO dinilai masih memiliki sejumlah katalis positif, mulai dari pemulihan volume penjualan otomotif, pertumbuhan segmen OEM dan aftermarket, hingga peluang dari perkembangan kendaraan listrik.

Riset terbaru juga menaikkan estimasi laba AUTO untuk 2026 seiring kuatnya volume penjualan dari sejumlah model baru. Laba AUTO diproyeksikan tumbuh sekitar 20% pada 2026, sebelum kembali normal dengan pertumbuhan sekitar 5%-11% pada 2027-2028.

Meski prospeknya masih positif, Nafan mengingatkan investor untuk mencermati valuasi dan risiko aksi ambil untung. Pasalnya, harga saham AUTO telah melonjak sekitar 47% dalam dua bulan terakhir.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...