Di Balik Dukungan Danantara ke Grup Bakrie dan Kedekatan Anindya dengan Prabowo

Karunia Putri
3 September 2026, 14:30
Grup Bakrie
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi (kiri); Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (kedua kiri); Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya N Bakrie (kedua kanan), serta; Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) menekan tombol saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memberikan dukungan bisnis kepada sejumlah perusahaan Grup Bakrie. Dukungan tersebut diberikan kepada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), hingga PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Jenis sokongan yang diberikan pun berbeda-beda, ada pinjaman dana secara langsung bernilai jumbo hingga peluang ikut serta menggarap Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Di balik hubungan bisnis yang terbuka untuk Grup Bakrie, ada peran Anindya Novyan Bakrie selaku pengendali grup di baliknya. Ia dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto dan mendukung penuh kegiatan Danantara.

Selain menakhodai Grup Bakrie, Anin, sapaan Anindya, juga memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Di perusahaan grup yang didirikan keluarganya, ia juga menjabat sebagai komisaris utama VKTR.

Hubungan Anin dengan Prabowo bukan kabar baru. Keduanya kerap bertemu dalam berbagai agenda bisnis dan ekonomi. Prabowo juga diketahui memiliki hubungan persahabatan dengan ayah Anin, Aburizal Bakrie. Pengusaha senior yang akrab disapa Ical itu menjadi tokoh penting dalam Grup Bakrie.

Sederet Dukungan Danantara untuk Grup Bakrie

Dukungan anyar yang diberikan pemerintah kepada Grup Bakrie berupa pendanaan. Danantara akan memberikan pendanaan senilai Rp 2 triliun kepada VKTR untuk mendukung penambahan produksi armada bus dan truk listrik.

Dalam kerja sama tersebut, Danantara bertindak sebagai investor VKTR. Pendanaan diberikan dalam bentuk utang yang dapat dikonversi menjadi saham. Dengan skema tersebut, Danantara berpeluang menjadi pemegang saham di emiten kendaraan listrik itu pada masa mendatang.

Tak hanya itu, BNBR sebagai induk Grup Bakrie juga dipercaya menjadi penjamin atas rencana pendanaan VKTR dari Danantara.

Sebelumnya, BNBR melalui anak usahanya di sektor energi yaitu Bakrie Power juga terpilih sebagai salah satu perusahaan yang menggarap proyekwaste to energy (WtE) atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Danantara di Wilayah Surabaya Raya. Nilai investasi untuk proyek itu berkisar antara Rp 2,3 triliun hingga Rp 3,2 triliun per satu proyek fasilitas.

Pada 2025, BNBR juga memperluas bisnis infrastrukturnya melalui akuisisi aset jalan tol Cimanggis-Cibitung (CCT). Perseroan juga dikabarkan berpotensi mengambil bagian dalam pengembangan proyek Blok Masela.

Dukungan pemerintah kepada Grup Bakrie juga terlihat pada sektor pertambangan melalui BUMI. Dua anak usaha BUMI, yakni PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC), lewat perusahaan patungan PT Bumi Etam Chemical (BEC), mengembangkan proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol.

Proyek tersebut berada di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Groundbreaking proyek menjadi langkah awal pembangunan industri metanol berbasis hilirisasi batu bara.

Proyek yang masuk dalam daftar PSN itu ditargetkan menghasilkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun. Pengembangan proyek juga diproyeksikan dapat menghemat devisa hingga Rp 7,1 triliun per tahun.

Di sisi lain, BUMI juga dikabarkan tidak mengalami pemangkasan volume produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena memiliki IUP. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah perusahaan batu bara lain yang mendapatkan penyesuaian volume produksi.

Jejak Kedekatan Anindya Bakrie dengan Danantara dan Prabowo

Di tengah peluang kerja sama yang diberikan pemerintah kepada Grup Bakrie, kedekatan Anin dengan Prabowo menjadi sorotan. Karenanya, tak heran bila Anin juga aktif mendorong keberadaan Danantara di berbagai forum bisnis.

Berdasarkan penelusuran Katadata, sebulan setelah Danantara resmi berdiri, Anin secara gamblang menyatakan dukungannya terhadap pembentukan sovereign wealth fund (SWF) Indonesia itu. Di kompleks Istana Negara pada Jumat, 7 Mei tahun lalu, ia juga menyatakan komitmen Kadin mendukung pemerintah.

"Banyak sekali hal yang menjadi peluang dan dengan Danantara ini tentunya investasi bisa terpusat, efisiensi bisa terlaksana. Mudah-mudahan kami, teman-teman di Kadin, bisa berkolaborasi," kata Anin kala itu.

Pada pertemuan di istana itu, hadir pula sejumlah konglomerat terkemuka seperti Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, hingga Sugianto Kusuma alias Aguan.

Pada Mei 2025, Anin juga mempromosikan Danantara dalam forum internasional seperti Milken Institute Global Conference. Dalam pertemuan global itu, ia hadir bersama CIO Danantara, Pandu Sjahrir.

"Apalagi kini kita punya sovereign wealth fund sendiri yaitu Danantara, yang di sana dijelaskan dengan baik oleh Pak Pandu. Semoga dari sini akan dapat menarik banyak kerja sama dan investasi yang berkelanjutan ke Indonesia," ungkap Anin melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, dikutip pada Kamis (3/9).

Anin bersama Danantara juga beberapa kali hadir dalam agenda strategis yang membahas peluang investasi, pertumbuhan ekonomi, serta kolaborasi dunia usaha dan pemerintah. Pertemuan tersebut mencakup forum bisnis, agenda bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), hingga jejaring alumni.

Kedekatan Anin dengan Prabowo juga terlihat dalam sejumlah agenda kenegaraan dan ekonomi yang dihadiri presiden. Salah satu momennya yaitu ketika Prabowo hadir langsung dan meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, pada 9 April lalu.

Dalam acara tersebut, Prabowo secara terbuka menyinggung hubungan akrabnya dengan Ical saat berseloroh dengan Anin. “Jadi, saya kira walaupun bapakmu kawan saya, hari ini dia juga cukup bangga,” ujar Prabowo pada waktu itu.

Presiden juga memuji inisiatif VKTR dalam mengembangkan kendaraan komersial listrik. Menurut dia, langkah tersebut merupakan tonggak yang membanggakan sekaligus contoh yang diharapkan dari generasi muda Indonesia.

Hubungan Anin dan Prabowo juga telah terlihat sebelum mantan pangkostrad itu menjadi presiden. Pada Juli 2024, Anin mendampingi Prabowo dalam agenda pertemuan bisnis di Paris, Prancis. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo yang ketika itu masih menjabat menteri pertahanan bertemu dengan sejumlah pemimpin perusahaan global serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Kedekatan Prabowo dengan keluarga Bakrie memang sudah terjalin sejak lama. Bahkan, persahabatan Prabowo dengan Ical telah terjalin selama lebih dari 40 tahun.

Prabowo juga pernah menceritakan tentang kedekatannya dengan Ical saat ayah Anin itu masih menduduki kursi menko perekonomian (2004-2005). Prabowo yang pada saat itu menjabat ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menghadap Ical untuk meminta pemerintah supaya tidak mengimpor beras saat musim panen. Kenangan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu, 24 Juni lalu.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...