KB Bank (BBKP) Kebut Bisnis Wholesale Banking, Bidik Kredit Tumbuh 15% Tahun Ini
PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) melihat bisnis wholesale banking masih berpeluang tumbuh hingga akhir tahun ini. Perseroan membidik pertumbuhan kredit wholesale naik sekitar 15% hingga akhir 2026, ditopang ekspansi kredit baru dan pengembangan ekosistem nasabah korporasi.
Kendati demikian, sepanjang semester pertama tahun ini, kredit bisnis itu baru tumbuh 2% di emiten perbankan tersebut.
Wholesale banking adalah layanan keuangan yang disediakan oleh bank khusus untuk perusahaan besar, institusi keuangan, lembaga pemerintah, dan korporasi. Fokus nasabah di sektor tersebut berkebalikan dengan retail banking yang fokus pada nasabah individu atau usaha kecil
Hingga Juni 2026, total kredit wholesale banking KB Bank tercatat Rp 30,28 triliun. Torehan itu naik 2,85% dibandingkan Rp 29,45 triliun pada Desember 2025. Sementara itu, kredit wholesale yang masuk kategori normal loan tumbuh 2,23% menjadi Rp 22,77 triliun pada Juni 2026 dari Rp 22,27 triliun pada akhir 2025.
Pertumbuhan bisnis wholesale juga tercermin dari aktivitas transaksi nasabah korporasi melalui aplikasi KBstarbiz yang meningkat 50% secara tahunan.
Transaction Banking Division Head KB Bank, Novita S Djani mengatakan, pertumbuhan transaksi tersebut didorong oleh semakin banyaknya nasabah korporasi yang menggunakan KBstarbiz.
“Harapannya ke depan pasti number (angka pertumbuhan) itu akan naik, karena kamj juga melihat dari aktivitasnya pertumbuhannya di level dua digit,” kata Novita dalam agenda Media Workshop KB Bank di Jakarta, Kamis (24/9).
Menurut dia, peningkatan transaksi melalui aplikasi wholesale tersebut penting bagi perseroan karena dapat menopang pendapatan berulang atau recurrent income. Ia melihat tren aktivitas nasabah korporasi dan bisnis wholesale masih menunjukkan pertumbuhan positif.
“So far kami melihat cukup positif trennya, dan insyaallah ke depannya juga pasti akan lebih naik lagi angkanya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi menuturkan, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit wholesale sekitar 15% hingga akhir 2026. Dia menganggap pertumbuhan kredit baru diperlukan untuk memperbaiki struktur portofolio kredit perseroan. Dengan bertambahnya portofolio kredit baru, perseroan berharap rasio kredit bermasalah dapat membaik.
Dia mengatakan target pertumbuhan kredit wholesale sebelumnya berada di kisaran high single digit hingga low double digit. Namun, jika laju pertumbuhan dapat dipertahankan hingga akhir tahun, pertumbuhan kredit wholesale diperkirakan dapat mencapai sekitar 15%.
“Kalau kami mempertahankan pace seperti ini, pertambahan dari Desember 2025 dan Desember 2026 itu bisa mungkin sekitar 15-an persen,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, KB Bank akan melanjutkan strategi pengembangan ekosistem bisnis dengan menghubungkan berbagai kebutuhan nasabah dalam satu rantai bisnis. Widodo mengatakan, strategi tersebut membutuhkan waktu karena perseroan tidak hanya masuk melalui satu pintu, tetapi membangun hubungan dengan nasabah dari berbagai bagian dalam suatu ekosistem.
Di tengah ekspansi bisnis wholesale, total aset KB Bank pada semester pertama 2026 tumbuh 12,71% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 86,11 triliun.
Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp 44,97 triliun atau tumbuh 4,38% YoY. Perseroan menyatakan pertumbuhan kredit dilakukan secara selektif dan terukur dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko.
Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 12,44% yoy menjadi Rp 45,57 triliun. Sementara itu, dana murah atau current account savings account (CASA) meningkat 15,25% YoY menjadi Rp 14,71 triliun. Pertumbuhan CASA tersebut mendorong rasio CASA KB Bank menjadi 32,27%, sehingga tetap berada di atas level 30%.
Perbaikan struktur pendanaan dan pengelolaan aset produktif turut menopang pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII). Pada semester pertama 2026, NII KB Bank melonjak 54,44% YoY menjadi Rp 695 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan NII, net interest margin (NIM) KB Bank meningkat menjadi 1,96% dari 1,33% secara tahunan.
Ekspansi kredit wholesale KB Bank terjadi di tengah pertumbuhan kredit korporasi secara nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,58% YoY pada Juli 2026, meningkat dari 12,67% YoY pada Juni 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, total penyaluran kredit perbankan mencapai Rp9.135 triliun pada Juli 2026.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 25,23% YoY. Kemudian disusul kredit modal kerja sebesar 11,04% YoY dan kredit konsumsi sebesar 5,38% YoY.
Sementara berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 22,10% yoy pada Juli 2026. Adapun kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh 1,62% YoY, meningkat dari 1,05% YoY pada Juni 2026.
