Aksi Grup Astra Borong Saham Sendiri, AALI-UNTR Bakal Buyback Rp 2,4 Triliun
Grup Astra tengah menyiapkan pembelian kembali saham atau buyback dengan total dana mencapai Rp 2,4 triliun. Aksi itu dilakukan lewat dua emitennya, yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Manajemen AALI pada Kamis (1/10) mengumumkan akan melakukan buyback dengan nilai maksimal Rp 400 miliar. Aksi tersebut dibatasi dengan jumlah saham yang dibeli kembali tidak lebih dari 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
“Dengan tetap memperhatikan ketentuan bahwa jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback tidak akan menjadi kurang dari 15% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan,” ungkap manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip pada Jumat (2/10).
Pembelian kembali saham AALI akan berlangsung mulai 2 Oktober hingga 28 Desember 2026. Perseroan dapat menghentikan aksi itu lebih awal jika periode buyback telah berakhir; dana yang dikeluarkan mencapai Rp 400 miliar, atau; AALI memutuskan untuk menghentikan buyback.
Manajemen menyatakan langkah korporasi tersebut diharapkan dapat membantu menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, sekaligus meyakinkan investor terhadap nilai fundamental saham perseroan.
Selain itu, aksi buyback juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang. Saham hasil buyback atau saham treasuri dapat dijual kembali pada masa mendatang ketika perseroan membutuhkan tambahan modal.
“Setelah berakhirnya periode buyback, perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri,” tulis manajemen AALI.
Sementara itu, UNTR menyiapkan dana maksimal Rp 2 triliun untuk aksi pembelian kembali saham mereka, lebih besar dari yang direncanakan AALI. Jumlah saham UNTR yang bakal dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan ketentuan saham free float setelah buyback tetap minimal 15%.
Pelaksanaan buyback oleh emiten distributor alat berat itu berlangsung mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026. Perseroan menyatakan aksi korporasi tersebut tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan.
Dari lantai bursa, pada perdagangan saham intraday pukul 14.25 WIB Jumat (2/10) saham AALI naik 5,06% ke Rp 8.300 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 15,97 triliun. Sebaliknya, saham UNTR justru terpantau lesu 1,14% ke Rp 26.050 per saham dengan kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 9,17 triliun.
