Emiten Hashim Adik Prabowo (DOOH) Bakal Akuisisi 29,88% Saham INET Rp 2 Triliun

Nur Hana Putri Nabila
2 Oktober 2026, 16:49
PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) saat pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/5).
Katadata/Zahwa Madjid
PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) saat pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/5/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten terafiliasi dengan Hashim S Djojohadikusumo, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), melalui anak usahanya PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), akan mengakuisisi 29,88% saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN). Nilai transaksi itu mencapai Rp 2 triliun.

CNI akan membeli 6,685 miliar saham INET dengan harga Rp 300 per saham. Aksi tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis DOOH. Perusahaan milik adik Presiden Prabowo Subianto itu sebelumnya bergerak di bidang periklanan digital, dan kini menjadi penyedia infrastruktur ekosistem artificial intelligence (AI) di Indonesia, di bawah kendali pemegang saham pengendali baru, PT Sinergi Internasional Investama (SII).

Terkait rencana akuisisi INET, DOOH akan meminta persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 9 November 2026. Ke depan, DOOH bakal mengintegrasikan jaringan dan kapabilitas INET ke dalam ekosistem perusahaan untuk memperkuat lima pilar bisnis utama. Kelima pilar tersebut mencakup AI data center, high-speed connectivity, inland fiber optic backbone, submarine fiber optic backbone, hingga green energy melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Di samping itu, DOOH juga tengah menyiapkan empat aksi korporasi untuk mendukung transformasi bisnis tersebut. Aksi yang pertama yaitu memperoleh fasilitas pinjaman pemegang saham atau shareholder loan dari SII dengan plafon maksimal Rp 5 triliun. Pinjaman tersebut memiliki tenor 10 tahun dengan tingkat bunga 7,50% per tahun. Pada tahap awal, SII akan mencairkan Rp 2 triliun untuk membiayai pengambilalihan saham INET.

Kedua, DOOH akan mengubah penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp 120 miliar. Dana tersebut akan dialihkan menjadi setoran modal kepada CNI untuk mendukung pendanaan akuisisi INET. Ketiga, DOOH berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue sebanyak-banyaknya 154,77 miliar saham baru. Aksi tersebut juga akan disertai penerbitan Waran Seri II.

Adapun aksi korporasi yang keempat yaitu DOOH akan melakukan restrukturisasi dan penyesuaian tata kelola perusahaan. Langkah itu untuk mengubah nama perusahaan, alamat kedudukan, maksud dan tujuan dan kegiatan usaha sesuai KBLI 2025, perubahan susunan direksi dan dewan komisaris, hingga peningkatan modal dasar.

Sebelumnya, SII resmi menggenggam 51% saham DOOH setelah menuntaskan transaksi akuisisi pada 30 Juli lalu. Pada waktu itu, SII mengambil alih 3,94 miliar saham DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses dengan harga Rp 50 per saham dan total nilai transaksi mencapai Rp 197,34 miliar.  

Direktur Utama DOOH, Vicktor Aritonang menuturkan, sejak penyelesaian transaksi tersebut, SII efektif menjadi pemegang saham pengendali perseroan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manajemen SII mengatakan, akuisisi DOOH menjadi bagian dari strategi investasi sekaligus pengembangan usaha. SII akan mempertahankan dan mengembangkan bisnis yang telah berjalan dengan menjalankan fungsi pengendalian hingga pengawasan strategis, dengan memanfaatkan manajemen, sumber daya, kompetensi, jaringan usaha, dan operasional yang sudah dimiliki DOOH. 

Selain itu, SII berencana meningkatkan kinerja operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, mengoptimalkan aset dan sumber daya, serta meningkatkan efektivitas strategi bisnis demi menopang pertumbuhan DOOH secara berkelanjutan. 

Di balik SII, Tinawati tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dari pengendali baru DOOH. Ia menguasai 99,90% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh SII. Menariknya, Tinawati sebelumnya juga muncul dalam struktur kepemilikan PT Investasi Sukses Bersama (ISB).

Pada akhir Desember 2024, Tinawati menjual 45% saham ISB kepada PT Arsari Sentra Data, perusahaan milik Hashim. Transaksi itu membuat Hashim menggenggam mayoritas saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge.  Saat ini, adik Presiden Prabowo Subianto itu telah mundur dari kursi komisaris utama di WIFI.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...